Banjir susulan kembali menerjang permukiman Penajam

Banjir susulan kembali menerjang permukiman Penajam

Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, melakukan evakuasi korban banjir (Antaranews/Novi Abdi)

Penajam (ANTARA) - Banjir susulan kembali menerjang permukiman padat penduduk di empat desa di wilayah Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Kepala Sub Bidang Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurlaila saat dihubungi, Sabtu, mengatakan banjir susulan mulai terjadi sejak Jumat (7/6) malam.

Banjir susulan tersebut merendam Desa Gunung Intan, Sebakung Jaya, Sumber Sari dan Desa Rintik Kecamatan Babulu dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.

"Desa Gunung Intan yang terdampak paling parah akibat terjadinya banjir susulan itu, dan kami terus melakukan pemantauan dan pendataan " kata Nurlaila.

Data sementara BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara sekitar 135 kepala keluarga dengan 400 jiwa terkena dampak terjadinya banjir susulan tersebut.

"Petugas BPBD masih terus melakukan pendataan jumlah korban di empat desa yang terendam banjir susulan di Kecamatan Babulu itu," ujar Nurlaila.

"Kami duga banjir yang terjadi di empat desa di Kecamatan Babulu itu disebabkan di bagian atas saluran primer mengecil membuat air meluap," ucapnya.

BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara menurunkan alat berat untuk membersihkan sungai dan saluran primer yang ada di daerah tersebut.

Selain melakukan evakuasi warga jelas Nurlaila, BPBD juga mengevakuasi terhadap tanaman masyarakat yang terkena dampak banjir susulan itu.

Sekitar 1.500 hektare lahan persawahan, 30 hektare tanaman jagung dan lima hektare tanaman cabai di Desa Gunung Intan, Sebakung Jaya, Sumber Sari dan Desa Rintik Kecamatan Babulu terkena dampak banjir.

"Kami imbau agar masyarakat tetap waspada terjadinya banjir karena hujan intensitas tinggi masih bisa terjadi di wilayah Penajam Paser Utara," tambah Nurlaila.
Pewarta : Novi Abdi
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019