Dubes Rusia: Wafatnya Ani Yudhoyono kehilangan besar bangsa Indonesia

Dubes Rusia: Wafatnya Ani Yudhoyono kehilangan besar bangsa Indonesia

Dokumentasi - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) bersama dan Ibu Negara Ny. Ani Yudhoyono (kiri) melambaikan tangan sebelum memasuki pesawat khusus kepresidenan di Bandara Internasional Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Kamis (18/9/2014). Ibu Ani Yudhoyono wafat Sabtu (1/6/2019) pukul 11.50 waktu Singapura karena penyakit kanker. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/foc/aa

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva menyebut wafatnya Ibu Negara periode 2004-2014 Ani Yudhoyono sebagai kehilangan besar bagi bangsa Indonesia.

Melalui akun Kedubes Rusia @RusEmbJakarta, Dubes Lyudmila menyampaikan turut berdukacita atas wafatnya istri presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

"Semoga Allah memberikan tempat yang terbaik untuk Ibu Ani," cuit Dubes Lyudmila, Sabtu.
Selain Rusia, ungkapan dukacita juga disampaikan Duta Besar Denmark untuk Indonesia Rasmus A Kristensen.

"Mohon terima belasungkawa tulus saya atas meninggalnya Ibu Ani Yudhoyono. Pikiran dan doa kami bersama keluarga #Yudhoyono selama periode sedih ini," cuit Rasmus melalui akun Twitter @DubesDenmark.

Ani Yudhoyono meninggal dunia di National University Hospital, Singapura, Sabtu pukul 11.50 waktu setempat setelah 4 bulan terakhir berjuang melawan kanker darah yang dideritanya.

Jenazah istri Susilo Bambang Yudhoyono itu akan diterbangkan dari Singapura, kemudian disemayamkan di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu malam ini.

Rencananya, jenazah Kristiani Herawati binti Sarwo Edhie Wibowo itu akan dimakamkan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (2/6) siang.
Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019