Personel Brimob jinakkan granat di Santiong

Personel Brimob jinakkan granat di Santiong

Sejumlah personel Brimob saat menjinakkan bom granat yang ditemukan di kawasan Pekuburan Cina Ternate (Abdul Fatah)

Ternate (ANTARA) - Personel Kepolisian Brimob Polda Maluku Utara (Malut) menjinakkan penemuan tiga bom granat, di duga jenis nanas atau granat genggam dari Amerika di sekitar kawasan Kuburan China Santiong Ternate.

Kasat Sabhara Polres Ternate AKP Hefrizon di Ternate, Jumat menjelaskan, sekitar pukul 12.30 WIT ,  Fauzi Hasibua, warga Kelurahan Sango memberikan laporan kepada petugas piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Ternate terkait penemuan tiga jenis granat yang berlokasi di kawasan pekuburan China.

Mendengar keterangan dari Fauzi Hasibua yang bekerja sebagai tukang ojek ini, petugas SPKT menindaklanjuti ke personel Satsabhara untuk menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Setelah di lapangan, kata Hefrizon, tim melihat secara langsung barang bukti menyerupai granat, yang berada di tengah tumpukan sampah yang terisi dalam tas kresek warna hitam.

Dari hasil yang didapatkan dari TKP, pihaknya langsung melaporkan ke Kasat Sabhara untuk olah TKP sekaligus memasang Police Line.

"Personel telah melaporkan ke Kapolres Ternate AKBP Azhari Juanda untuk komonikasi dengan Dansat Brimob Polda Malut Kombes (Pol) Bidi S. Agar bisa mendatangkan Unit Detasmen Gegana untuk melakukan penjinakkan penemuan granat tersebut," katanya.

Selang beberapa menit Detasemen Gegana satuan Brigade Mobile (Brimob) Polda Malut mengirimkan personel untuk melakukan penjinakan barang yang diduga bom di kuburan China.

"Satu unit Tim Gegana Polda Malut melakukan penyisiran guna memastikan dugaan granat tersebut. Dan Tim berhasil membawa tiga barang yang di duga Bom Granat ke Mobil EOD8 milik Brimob Polda Malut," ujarnya.

Baca juga: Polisi Ternate tangkap pelaku penyelundupan minuman keras

Baca juga: Jadi pemicu konflik, polisi Ternate intensif perangi miras
Pewarta : Abdul Fatah
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019