Tujuannya untuk memastikan produk pangan yang dijual di pasaran betul-betul aman dikonsumsi masyarakat luas, selain itu juga untuk memantau perkembangan harga pangan di bulan puasa dan jelang Lebaran
Blitar (ANTARA) - Aparat Kepolisian Resor Blitar dengan tim dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar, Jawa Timur, melakukan inspeksi mendadak (sidak) bahan pokok di sejumlah toko Kabupaten Blitar, memastikan harga stabil.

Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha mengatakan pihaknya bersama tim sengaja melakukan sidak. Ia ingin mengetahui dengan pasti harga bahan pokok apakah stabil atau ada kenaikan yang drastis.

"Sengaja tidak kami beritahu, agar benar-benar diketahui situasi dan kondisi di lapangan seperti apa," kata Kapolres Blitar di Blitar, Senin.

Kapolres menambahkan, kegiatan tersebut sebagai bahan evaluasi baik dari kepolisian maupun dari pemerintah kabupaten. Tim Satgas Pangan Polres Blitar berharap tidak terjadi kecurangan, sehingga memicu stok bahan pokok di pasar sedikit, sehingga harga menjadi naik.

"Tujuannya untuk memastikan produk pangan yang dijual di pasaran betul-betul aman dikonsumsi masyarakat luas, selain itu juga untuk memantau perkembangan harga pangan di bulan puasa dan jelang Lebaran," ujar dia.

Dalam sidak itu, dilakukan di toko swalayan Kecamatan Wlingi serta Pasar Besar Wlingi. Kapolres juga ikut langsung memantau harag bahan pokok tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan menemukan beberapa produk yang kemasannya rusak. Selain itu, petugas juga menemukan produk eceran tanpa dilengkapi dengan label kedaluwarsa.

Selain memantau produk dagangan di display, tim juga mendatangi gudang, guna mengecek tempat penyimpanan stok bahan pangan.

Sementara itu, perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar Priyo Sanyoto menyoroti ada beberapa gudang penyimpanan yang masih kurang memperhatikan keamanan, dimana peletakan bahan makanan dan minuman langsung di lantai keramik, tanpa dialasi palet sehingga dapat mencemari bahan makanan dan minuman tersebut.

"Seharusnya dalam gudang penyimpanan produk pangan, jangan ditaruh di lantai keramik secara langsung, namun harus dialasi palet, sehingga produk pangan tidak tercemar," jelas Priyo.

Lebih lanjut Priyo mengatakan, selama kegiatan sidak tersebut memang diketahui belum ada temuan yang sangat mencolok. Namun, dirinya tetap mengingatkan kepada supervisor toko agar selalu mengutamakan pelayanan kepada konsumen, termasuk memperhatikan segi kesehatan.

Rencananya, kegiatan sidak ini akan terus dilaksanakan hingga menjelang Idul Fitri 2019, dengan tetap melibatkan tim satgas pangan, gabungan dari Polres Blitar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar, dan instansi terkait lainnya.

 

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2019