Indonesia bawa 29 poin dari Kejuaraan Asia Uzbekistan

Indonesia bawa 29 poin dari Kejuaraan Asia Uzbekistan

Timnas balap sepeda Indonesia sebelum start kejuaraan Asian Road Cycling Championship (ACC) 2019 di Tashkent, Uzbekistan, Minggu (28/4/2019). (Antara/PB ISSI)

Jakarta (ANTARA) - Timnas balap sepeda Indonesia disiplin raod race membawa pulang 29 poin dari kejuaraan Asian Road Cycling Championship (ACC) 2019 di Tashkent, Uzbekistan, 23-28 April meski belum mampu menjadi yang terbaik.

"Memang benar. Itu poin keseluruhan. Pebalap kita yang paling banyak dapat poin Aiman Cahyadi. 20 poin," kata manajer timnas balap sepeda Indonesia, Budi Saputra saat dikonfirmasi dari Jakarta, Selasa.

Pada Asian Road Cycling Championship (ACC) 2019 di Tashkent, Uzbekistan, 23-28 April, Indonesia menurunkan Sendy Nur Hasan dan Jamal Hibatulloh untuk kategori U-23 serta Aiman Cahyadi, Bambang Suryadi dan Jamalidin Novardianto untuk kategori senior.

Dengan tambahan 29 poin dari Kejuaraan Asia ini, kata Budi, Indonesia masih bertahan di posisi 71 dunia dengan total raihan 52 poin. Untuk posisi puncak kualifikasi Olimpiade 2020 masih bertahan dipegang oleh Belgia dengan total raihan 6.352 poin.

Kondisi tersebut jelas membuat timnas balap sepeda disiplin road race harus bekerja keras untuk bisa lolos ke Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Banyak turun di kejuaraan internasional merupakan salah satu cara untuk menambah pundi-pundi poinnya.

"Saat ini kami masih menunggu konfirmasi resmi dari Federasi Balap Sepeda China untuk mengikuti tour di sana," kata Budi Saputra.

Sementara itu, Aiman Cahyadi saat dikonfirmasi mengatakan jika untuk meraih 20 poin di Uzbekistan sangat berat. Selain lawan yang kuat, cuaca dingin juga menjadi tantangan lain mengingat pebalap Indonesia jarang turun di balapan dingin.

"Kita sudah berusaha sekuat mungkin. Tapi pas ITT cuacanya hujan besar dan dingin sekali, 4 derajat. Saya kedinginan dan agak sesak nafas. Tapi alhamdulillah saya dapat 20 poin di road," kata Aiman Cahyadi.

Dengan menjadi pebalap Indonesian yang saat ini paling banyak mendapatkan poin, Aiman mengaku akan terus berusaha mencari tambahan. Hanya saja semuanya tergantung dari PB ISSI maupuj klub yang saat ini menaunginya, PGN Cycling Team.

"Kemarin-kemarin kita (klub) gak dapat invitation dari beberapa lomba. Jadi gak bisa raih poin. Kita berharap bisa ikut banyak lomba UCI," kata pria yang rangking individunya berada di posisi 38 Asia dengan total 95 poin itu.
Pewarta : Bayu Kuncahyo
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019