Pebalap timnas perbanyak makan untuk antisipasi cuaca dingin

Pebalap timnas perbanyak makan untuk antisipasi cuaca dingin

Pebalap timnas Indonesia Jamalidin Novardianto berpose di sela latihan jelang kejuaraan Asian Road Cycling Championship (ACC) 2019 di Tashkent, Uzbekistan, Sabtu (27/4/2019). (Antara/dok. Jamalidin Novardianto)

Jakarta (ANTARA) - Timnas balap sepeda Indonesia bakal menjalani balapan berat pada Asian Road Cycling Championship (ACC) 2019 di Tashkent, Uzbekistan, Minggu (28/4) karena harus berhadapan dengan cuaca dingin sekitar empat derajat.

Namun, untuk mengatasi kondisi tersebut pebalap Indonesia yang diperkuat Jamalidin Novardianto, Bambang Suryadi dan Aiman Cahyadi sudah mendapatkan formula yang salah satu dengan memperbanyak stok makanan.

"Sekarang kita makan yang banyak. Untuk besok carbo loading juga harus maksimal," kata salah satu pebalap timnas Jamalidin Novardianto saat dikonfirmasi dari Jakarta, Sabtu.

Selain untuk menahan cuaca dingin, kata pebalap asal Malang itu, makanan tersebut digunakan untuk terus menjaga stamina pebalap mengingat jarak tempuh balapan lebih dari 100 km.

Meski demikian, pebalap yang akrab dipanggil Verdi ini mengaku akan tetap berusaha memberikan yang terbaik meski persaingan bakal berlangsung dengan ketat dan harus melawan cuaca dingin.

Hal sama dikatakan pebalap timnas lainnya, Aiman Cahyadi. Pebalap asal Bandung Jawa Barat itu mengaku dengan cuaca dingin tantangan juga lebih berat jika dibandingkan dengan balapan di wilayah tropis.

"Makanan memang iya, tapi saya tambah lagi. Pakai baju tiga sampai empat lapis," katanya saat dikonfimasi.

Baca juga: Indonesia andalkan Aiman-Sendy di ITT kejuaraan Asia

Bagi Aiman turun di nomor Individual Road Race (IRR) di Uzbekistan ini adalah yang kedua karena dua hari sebelumnya sudah merasakan ketatnya balapan dan dinginnya cuaca saat turun di nomor Individual Time Trial (ITT).

Untuk IRR ini, pebalap Indonesia dipastikan bakal bekerja keras karena lawan banyak yang terbiasa dengan cuaca dingin. Pebalap dari Kazakhtan adalah yang terberat karena sudah dibuktikan pada nomor ITT U-23 dan senior yang mampu menjadi yang terbaik.
Pewarta : Bayu Kuncahyo
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019