Polisi Sri Lanka tangkap tiga orang, sita granat di Kolombo

Polisi Sri Lanka tangkap tiga orang, sita granat di Kolombo

Polisi berjaga di depan rumah keluarga tersangka pemboman saat terjadi ledakan dalam penyerbuan oleh Satuan Tugas Khusus, setelah serangkaian serangan bom di sejumlah gereja dan hotel mewah, di Colombo, Sri Lanka, Kamis (25/4/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Thomas Peter (REUTERS/THOMAS PETER)

Kolombo (ANTARA) - Polisi Sri Lanka menangkap tiga orang, dan menyita 21 granat buatan sendiri dan enam pedang dalam razia di Kolombo, kata seorang juru bicara kepolisian pada Kamis.

Ia tak memberikan rincian lebih jauh atau menyebutkan razia tersebut yang terkait dengan serangan-serangan bom bunuh diri di Sri Lanka pada Ahad saat perayaan Paskah yang menewaskan 359 orang dan mencederai sekitar 500 orang.

Perkembangan terbaru memperlihatkan sekelompok pelaku bom bunuh diri berasal dari keluarga kaya. Seorang di antaranya adalah  perempuan.

Kelompok militan ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan terkoordinasi terhadap tiga gereja dan empat hotel itu. Jika konfirmasi tersebut benar, maka serangan ini adalah yang paling mematikan yang dikaitkan dengan keterlibatan kelompok teroris itu.

Pemerintah Sri Lanka dan AS menyatakan skala dan kecanggihan serangan terkoordinasi ini memperlihatkan adanya keterlibatan kelompok eksternal seperti ISIS.

ISIS sendiri telah merilis video, Selasa malam, melalui Kantor Berita AMAQ, yang memperlihatkan delapan orang, hanya satu yang tidak mengenakan penutup wajah, berdiri di bawah bendera hitam dan menyatakan sumpah setia kepada Abu Bakar Al-Baghdadi.

Sumber: Reuters

Baca juga: Kisah keluarga kaya pelaku serangan bom Sri Lanka
Baca juga: Sebuah ledakan terdengar di Sri Lanka


 
Pewarta : Mohamad Anthoni
Editor: Maria D Andriana
COPYRIGHT © ANTARA 2019