Penghijauan cagar alam Cycloop perlu perhatikan jenis pohon

Penghijauan cagar alam Cycloop perlu perhatikan jenis pohon

Salah satu sungai yang berasal dari kawasan Cagar Alam Cycloop yang meluap ketika banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua pada Sabtu (16/3 2019). (ANTARA News Papua / Alfian Rumagit)

Jayapura (ANTARA) - Peneliti dari Balai Arkeologi Papua Hari Suroto mengatakan penghijauan kembali kawasan cagar alam Cycloop, Papua harus memperhatikan jenis-jenis pohon yang sesuai dengan budaya lokal dan kearifan lokal setempat.

"Jenis-jenis pohon yang perlu ditanam yaitu pohon khombouw, pohon soang, dan matoa," kata Hari  di Jayapura, Kamis.

Hari menjelaskan hal itu terkait banjir bandang Sentani yang terjadi beberapa waktu lalu dimana semua pihak satu suara bahwa penyebab banjir tersebut adalahi  rusaknya cagar alam Cycloop.

Dalam kunjungannya ke Sentani, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan jajaran teknis di bawahnya untuk menghijaukan kembali cagar alam Cycloop.

"Progam penghijauan kembali ini seyogyanya tidak asal-asalan dan hanya sekedar program saja, dengan menanam jenis pohon secara sembarang," katanya.

Penghijauan ini, kata Hari, harus memperhatikan budaya lokal dan kearifan lokal setempat. Yaitu dengan menanam jenis-jenis pohon yang memang sejak masa prasejarah sudah melekat dengan budaya Sentani dan jenis pohon endemik Cycloop.

Sebelumnya, Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura Apolo Safanpo mengatakan penanaman pohon di cagar alam Cycloop bisa melibatkan siapa saja termasuk mahasiswanya, masyarakat dan organisasi lainnya.

Namun, hal yang terpenting  adalah bagaimana membuat  kajian yang baik dan benar terkait jenis tumbuhan yang tepat untuk ditanam di cagar alam Cycloop dengan harapan bisa mempercepat perlindungannya dari erosi di kala hujan.

Pada Senin (1/4) Presiden Joko Widodo menyaksikan penandatanganan Kesepakatan Rehabilitasi Kawasan Pegunungan Cyclops dan Pemulihan Daerah Aliran Sungai Sentani, di ruang VIP Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.

Pihak yang melakukan penandatanganan kerja sama antara lain berasal dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Bappenas, Walikota Jayapura, Bupati Jayapura, Bupati Kerom, Pemprov Papua, Universitas Cenderawasih, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), organisasi keagamaan, Dewan Adat Suku Sentani, dan PT Freeport Indonesia.

Kerja sama itu akan ditindaklanjuti dengan koordinasi gabungan untuk upaya rehabilitasi kawasan pegunungan Cycloop.
 

Baca juga: Kerusakan cagar alam Cycloop memprihatinkan aktivis lingkungan
Baca juga: Kawasan Cycloop akan dijadikan paru-paru Jayapura
 
Pewarta : Musa Abubar
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019