30 IKM perhiasan ramaikan Jakarta Internasional Jewellery Fair

30 IKM perhiasan ramaikan Jakarta Internasional Jewellery Fair

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih saat memberi sambutan pada Jakarta International Jewellery Fair di Jakarta Convention Center, Kamis. (ANTARA/ Sella Panduarsa Gareta)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempromosikan produk Industri Kecil Menengah (IKM) perhiasan dalam ajang Jakarta International Jewellery Fair 2019 agar tumbuh produktif, berdaya saing, dan mampu menguasai pasar baik domestik maupun internasional, termasuk meningkatkan ekspor.

“Kami sangat bersyukur bahwa kegiatan industri perhiasan di Indonesia sudah berkembang, di mana tercatat pada 2017, nilai ekspor perhiasan mencapai 2,05 miliar dolar AS,” jelas Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Gati Wibawaningsih di Jakarta, Kamis.

Gati menambahkan didukung sentuhan teknologi serta inovasi maka kemajuan sektor industri perhiasan diharapkan akan semakin meningkat

Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada acara pembukaan Jakarta International Jewellery Fair 2019 di Jakarta Convention Center.

Untuk memperluas akses pasar, lanjut dia, Kemenperin terus berupaya untuk menggenjot laju pertumbuhan industri perhiasan.

Ajang Jakarta International Jewellery Fair 2019 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perhiasan Emas dan Permata Indonesai (APEPI) pada 4-7 April 2019 di Jakarta Convention Center.

Tahun ini, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal IKM dan Aneka kembali berpartisipasi dengan memfasilitasi 30 IKM perhiasan yang berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Malang, Mataram, Yogyakarta, Bali, Kalimantan Selatan, Martapura, Demak, Bandung, Bogor, Banten, Aceh, Solo, Papua Barat, Bengkulu, dan Jakarta.

Gati menjelaskan pameran perhiasan ini penting perannya dalam upaya pengembangan investasi industri dan perdagangan perhiasan.

“Pameran ini juga bertujuan untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk perhiasan dengan ciri khas desain etnik budaya dengan menggunakan teknologi masa kini dalam industri perhiasan Tanah Air,"  katanya.

Menurut Gati, pameran ini juga sekaligus sebagai sarana bagi pengusaha kecil dan menengah untuk meningkatkan pangsa pasar dan angka penjualan produk perhiasan.

“Konsumen juga bisa mendapatkan produk perhiasan berkualitas dengan harga bersaing serta memperluas wawasan tentang perhiasan yang diproduksi dengan teknologi terbaru, desain terkini, dan ciri khas etnik budaya yang tinggi," ujarnya.

Berdasarkan data yang diolah Kemenperin, nilai ekspor produk perhiasan Indonesia ke seluruh dunia pada 2018 mencapai 2,05 miliar dolar AS, yang merupakan neraca positif dibandingkan angka impornya yang sebesar 106 juta dolar AS.

Adapun tujuan ekspornya adalah Singapura, Swiss, Hong Kong, Amerika Serikat, dan Uni Emirat Arab.

Jakarta International Jewellery Fair 2019 merupakan salah satu pameran perhiasan terbesar di Indonesia sebagai ajang temu bisnis para pelaku usaha di sektor perhiasan. Kegiatan tahunan ini merupakan yang penyelenggaraan yang ke-13 kali.

Dengan berjalannya acara ini, Gati berharap dapat mendorong kemajuan sektor industri perhiasan di Tanah Air.

Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019