Luhut apresiasi Kopaska yang temukan CVR Lion Air JT 610

Luhut apresiasi Kopaska yang temukan CVR Lion Air JT 610

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Senin (21/1/2019). (ANTARA News/Ade Irma Junida)

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi penyelam Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut yang menemukan alat perekam audio atau Cockpit Voice Recorder (CVR) diduga milik pesawat Lion Air JT 610.

Luhut mengapresiasi kinerja mereka dalam menemukan CVR pesawat yang jatuh di perairan Karawang pada 29 Oktober 2018.

"Saya undang mereka kemari, saya ingin mengucapkan terima kasih atas kerja keras semuanya," kata Luhut di Kantor Kemenko Kemaritiman Jakarta, Senin.

Luhut menyebut keberhasilan tim hingga titik darah penghabisan patut diapresiasi. Tim disebutnya tak kenal menyerah bahkan hingga hari terakhir pencarian.

"Dari cerita komandan penyelamnya, mereka ini bertekad sekali, bahkan mereka memodifikasi cara-cara konvensional yang dilakukan oleh tim yang disewa dari Singapura hampir 3,5 juta dolar dan tidak berhasil," kisahnya.

Proses pencarian, berjalan cukup sulit karena kencangnya arus, pendeknya jarak pandang hingga tenggat waktu yang terus menipis.

"Tapi komandan kapal dan tim hingga menit terakhir bekerja sampai akhirnya CVR ditemukan pada kedalaman 35 meter," katanya.

Luhut mengaku bangga dan sangat menghargai pencapaian tersebut. Ia berharap, penemuan CVR akan melengkapi investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) atas peristiwa nahas jatuhnya pesawat itu.

"Saya sebagai Menko Maritim menghargai kerja tim dan saya pikir ini menunjukkan bahwa kita hebat," ujarnya.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam kesempatan yang sama menjelaskan saat ini pihaknya tengah menganalisa hasil penemuan CVR yang akan melengkapi temuan FDR (Flight Data Recorder) sebelumnya.

"Pembacaan 'black box' kita harapkan tidak lama. Mungkin sekitar kurangvdari setahun laporannya sudah bisa kita keluarkan," katanya.

Lamanya penyusunan laporan disebutnya karena harus ada pendalaman termasuk sejumlah tes hingga konfirmasi ke sejumlah pihak untuk melengkapi analisa.

Baca juga: Tim Koarmada I temukan CVR Lion Air JT-610

Pewarta : Ade irma Junida
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019