Antisipasi hujan abu Merapi, puluhan ribu masker disiapkan BPBD Yogyakarta

Antisipasi hujan abu Merapi, puluhan ribu masker disiapkan BPBD Yogyakarta

Warga mengenakan masker yang dibagikan oleh relawan saat melintas di Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (1/6/2018). Pembagian masker dilakukan untuk menghindari dampak dari hujan abu vulkanis pascaletusan Gunung Merapi. (ANTARA /Aloysius Jarot Nugroho)

Yogyakarta,  (ANTARA News) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Istimewa Yogyakarta telah menyiapkan stok 30.000 masker bagi warga di kawasan lereng Gunung Merapi untuk mengantisipasi munculnya hujan abu tipis seperti yang terjadi pada Jumat (4/1) di Kali Tengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman.

"Untuk mengantisipasi hujan abu masker sudah kami siapkan baik di tingkat provinsi maupun di kabupaten. Jumlahnya sangat mencukupi. Di BPBD DIY masih tersedia 30.000 masker," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantana di Yogyakarta, Minggu.

Selain memastikan ketersediaan masker dan mengaktifkan seluruh posko, menurut Biwara, BPBD DIY juga telah berupaya meningkatkan kemampuan mitigasi bencana bagi warga di kawasan lereng Gunung Merapi.

"Kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat di sekitar lereng Merapi sudah kami siapkan sejak awal untuk menghadapi setiap ancaman bencana," kata dia.

Sebelumnya, hujan abu tipis disaksikan masyarakat di Kali Tengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman serta dua desa di Kecamatan Kemalang, Klaten mulai Jumat (4/1) dan Sabtu (5/1).

"Di Sleman, hujan abu  mulai terpantau masyarakat pada Sabtu siang pukul 12.00 WIB, sedangkan di Klaten sudah terpantau sejak Jumat malam pukul 22.15 WIB," kata perwira regu Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY Sumo.

Berdasarkan pantauan TRC, menurut dia, hujan abu tipis terpantau setelah munculnya luncuran guguran lava dari Merapi. Saat ini kawasan lereng Gunung Merapi cerah dan suah tidak terpantau sisa-sisa hujan abu yang berterbangan di kawasan itu. "Kemarin hujannya terpantau tipis-tipis sekali," kata dia.

Pada Jumat (4/1) malam Gunung Merapi meluncurkan guguran lava pijar pada pukul 21.01 WIB dengan jarak luncur hingga 1,2 kilometer ke arah hulu Kali Gendol.

Hasil analisis morfologi kubah lava Gunung Merapi periode 27 Desember-3 Januari 2018 yang dirilis BPPTKG menyebutkan bahwa volume kubah lava mencapai 415.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan mencapai 3.800 meter kubik per hari.

BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi) masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian di gunung api itu kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

Sedangkan untuk jarak aman pemantauan aktivitas Gunung Merapi oleh masyarakat yakni 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Baca juga: Gunung Merapi lontarkan lava pijar sejauh 1,2 kilometer

Baca juga: 100.000 Masker Sudah Dipesan untuk Yogyakarta

Baca juga: 6.000 Masker Untuk Hadapi Bencana Merapi
Pewarta : Luqman Hakim
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019