Antisipasi banjir di Keerom-Papua, Satgas Pamtas TNI bantu warga

Antisipasi banjir di Keerom-Papua, Satgas Pamtas TNI bantu warga

TNI Bekali Masyarakat Perbatasan Seorang prajurit Satgas Pamtas Yonif Mekanis 516 Caraka Yudha mendampingi seorang warga cara memasang karet ke sandal Bakiak di Wambes, Keerom, Papua, Minggu (2/10/2016). Kerajinan tangan membuat sandal Bakiak berbahan kayu ini diajarkan kepada masyarakat perbatasan RI-Papua Nugini untuk dijadikan salah satu penunjang ekonomi keluarga. (ANTARA FOTO/Indrayadi TH)

Jayapura, (ANTARA News) - Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-Papua Nugini (PNG) dari Yonif 126 Kala Cakti/KC diterjunkan untuk membantu warga mengantisipasi banjir akibat intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Komandan Yonif (Danyonif) 126/KC Letkol (Inf) Mulyo Junaidi ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Sabtu malam, mengatakan, pihaknya telah memerintahkan personelnya untuk siaga mengantisipasi banjir susulan karena intensitas hujan masih tinggi dan dikhawatirkan terjadi banjir lagi.

Yonif 126/KC adalah batalyon infanteri di bawah komando Korem 022/Pantai Timur, Kodam I/Bukit Barisan.

 "Sebagai Satgas Pamtas, selain melaksanakan tugas pokok, kami juga membantu warga di tempat bertugas. Salah satunya adalah menerjunkan personel ke kawasan atau kampung yang terdampak banjir, seperti di Distrik Arso," katanya.

Ia mengakui bahwa hujan lebat dengan intensitas tinggi selama tiga hari terakhir ini melanda sejumlah tempat di Kabupaten Keerom yang mengakibatkan sebagian permukiman dan kebun warga tergenang air.

"Seperti di Kampung Yowong yang ditempati 31 kepala keluarga dengan penghuni 102 jiwa dilanda banjir dengan ketinggian air mencapai kurang lebih satu meter yang mengakibadkan ternak penduduk dan perkebunan banyak yang hanyut terbawa air," katanya.

Dari pantauan di lokasi, kata dia, air belum menggenangi rumah karena rata-rata rumah panggung, tetapi dengan kondisi curah hujan yang intensitasnya cukup tinggi, sebagian besar wilayah Kabupaten Keerom dikhawatirkan banjir akan terjadi lagi.

Ia menjelaskan, Lettu (Inf) Lisbon Situmorang beserta 20 personel telah dikerahkan ke lokasi dan siaga apabila air naik.

"Saya perintahkan anggota untuk  berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Keerom untuk mengambil langkah yang tepat," katanya.

Sejumlah titik ruas jalan penghubung dari Kabupaten Keerom ke arah Kota Jayapura, terendam air dengan ketinggian mencapai satu meter lebih, bahkan ada sejumlah kendaraan yang mogok karena terdampak air yang menggenangi sejumlah titik ruas jalan.

Wawan, salah satu warga Arso 5, Kabupaten Keerom mengaku bahwa kendaraan roda empat yang dibawanya dari Kota Jayapura sempat macet karena terjebak banjir.

"Ia memang hujan tiga hari terakhir ini membuat air dari drainase atau kali buatan meluap ke jalan utama. Bahkan ada motor yang sempat hanyut tapi bisa diselamatkan," katanya.

Mengenai adanya prajurit TNI yang membantu warga, Wawan mengapresiasikan hal itu. "Biasa, memang kalau banjir ada satgas penugasan yang membantu warga. Sangat berterima kasih sekali, karena mereka begitu peduli kepada warga," katanya.

Baca juga: Banjir landa Kabupaten Keerom, Papua

Baca juga: Beranda - TNI bersama LMR-RI bantu pengecoran pembangunan masjid
Pewarta : Alfian Rumagit
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2018