Menteri ESDM berikan penghargaan tim siaga bencana Sulteng

Menteri ESDM berikan penghargaan tim siaga bencana Sulteng

SANITASI LINGKUNGAN PENGUNGSIAN Warga terdampak gempa mengisi galon dengan air bersih siap minum di Kamp Pengungsian Sementara di halaman Masjid Agung Darussalam Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (8/11/2018). Kementerian ESDM menyiapkan sejumlah sarana untuk menjaga sanitasi di lingkungan pengungsian. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/pras. (ANTARA FOTO/BASRI MARZUKI)

Jakarta, (ANTARA News) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memberikan penghargaan kepada tim siaga bencana dari 120 perusahaan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ESDM Siaga Bencana saat diterjunkan pasca gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi di Provinsi Sulawesi Tengah (28/9).

Bertempat di kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin Ignasius Jonan didampingi Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei menyerahkan penghargaan tersebut. 

Menyikapi terjadinya bencana alam yang terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah tersebut, Menteri ESDM memerintahkan agar Tim Emergency Response Team (ERT) terbaik untuk melakukan kegiatan penyelamatan, pelayanan medis, penyaluran logistik, pengeboran sumur air bersih, dan pemulihan infastruktur, yang diterjunkan 1 Oktober hingga 30 November 2018.

Dalam sambutannya Jonan menyampaikan penanganan pascabencana terus dilakukan oleh Tim ESDM Siaga Bencana hingga saat ini, termasuk pemulihan dan penyediaan air bersih.

"Terima kasih atas bantuan semua 'stakeholder', terima kasih juga kepada tim PLN dan Pertamina yang bisa memulihkan layanannya dengan waktu singkat. Saya berpesan kepada badan usaha  untuk turut melestarikan lingkungan di lingkungannya masing-masing, menjaga lereng dan sebagainya untuk mengurangi potensi bencana," ujar Menteri Jonan.

Selanjutnya, bagi setiap Pemerintah Daerah/Kabupaten/Kota yang menerbitkan Zonasi Tata Ruang dan juga IMB, Jonan mengimbau untuk dapat berkonsultasi dengan Badan Geologi terlebih dahulu.

"Badan Geologi telah memetakan mana lokasi yang layak dihuni dan mana yang tidak layak karena memiliki potensi kebencanaan yang tinggi, termasuk penelitian yang telah dilakukan di area likuifaksi (pada bencana Sulawesi Tengah silam)," ungkap Menteri Jonan.

Sementara itu, Kepala BNPB memberikan apresiasinya kepada Tim ESDM Siaga Bencana yang selalu hadir maksimal 2 x 24 jam pasca kejadian. "ESDM juga menjadi contoh bagaimana pemerintah dan perusahaan berkolaborasi," tegasnya.

Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Satry Nugraha melaporkan, tim ESDM Siaga Bencana ini merupakan gabungan ERT yang berasal dari 65 perusahaan yang dikoordinasikan oleh Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara.

Sebanyak 65 tim diturunkan, 45 unit alat berat diterjunkan terdiri dari excavator, dozer, low boy, rock breaker, dump truck, crane, tower lamp, fuel truck, dan water. Tim ERT yang hadir dengan total sejumlah 855 orang, terdiri dari rescue, operator, support, dokter, perawat, bidan, apoteker, dan psikolog. 

Baca juga: Kementerian ESDM terjunkan tim inspeksi ketenagalistrikan ke Palu

Baca juga: Kementerian ESDM sebut 1.910 gardu listrik Sulteng beroperasi
Pewarta : Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2018