Dermaga Borong-Manggarai ambruk diterjang banjir

Dermaga Borong-Manggarai ambruk diterjang banjir

Sejumlah pekerja berada di sekitar proyek pembangunan dermaga baru di Pelabuhan milik Pelni, Labuhan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores NTT, Sabtu (30/6). Pemkab Manggarai Barat, Flores NTT melakukan pengembangan dan pembangunan berbagai fasilitas di Pulau Komodo, untuk mendukung kunjungan wisata dan mendukung ditetapkannya Pulau Komodo menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia oleh lembaga New Seven Wonders. (FOTO ANTARA/Eric Ireng)

Kupang, (ANTARA News) - Dermaga pelabuhan rakyat (Pelra) Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), ambruk diterjang banjir dan gelombang ekstrem pada Kamis(6/12).

"Ruas jalan menuju dermaga juga rusak parah terkikis air akibat luapan air dari muara Wae Boro dan Wae Rea,", kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Manggarai Timur, Antonius Dergong kepada Antara, di Kupang, Jumat

"Kami baru tiba di Borong untuk memantau bencana alam. Di Borong kami menemukan Dermaga Borong juga ambruk karena diterjang banjir dan gelombang," katanya melalui pesan singkat.

Antonius bersama staf sedang dalam perjalanan menuju kawasan Borong untuk melihat langsung dampak banjir yang melanda pemukiman penduduk pada Kamis(6/12) petang hingga malam.

Menurut dia, banjir dan gelombang ekstrem membuat tembok penahan bagian kanan jalan masuk dermaga yang selama ini memang sudah digerus abrasi itu, langsung ambruk.

Sementara jalur jalan menuju dermaga putus akibat dihajar air kiriman dari Wae Bobo.

Bukan saja itu, badan jalan dari arah Jembatan Hilir Wae Bobo menuju dermaga itu juga terancam putus.

Dia mengatakan, petugas belum bisa melakukan pendataan karena masih fokus membantu warga di sejumlah desa yang terendam banjir.

"Dua atau tiga hari ke depan baru bisa dilakukan pendataan. Kami masih konsentrasi membantu warga yang terkena dampak banjir," katanya.

Baca juga: Banjir rusak jembatan Waimah di Lembata NTT

 
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2018