Warga Korea dilaporkan hilang pascabencana di Palu

Warga Korea dilaporkan hilang pascabencana di Palu

Tim SAR melakukan evakuasi korban gempa yang tertimbun reruntuhan bangunan hotel Roa-Roa di Palu, Minggu (30/9/2018). Diperkirakan sebanyak 50 orang tertimbun di reruntuhan bangunan hotel itu. ANTARA FOTO/BNPB/foc.

Jakarta  (ANTARA News) - Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia melaporkan bahwa satu orang warganya hilang di Palu, setelah gempa bumi disusul tsunami mengguncang daerah tersebut.

Warga negara Korea Selatan tersebut berada di Palu untuk mengikuti acara paralayang dan menginap di Hotel Roa Roa.

"Kami kehilangan kontak dengannya sekitar pukul 16.50 WIB kemarin," ujar Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom melalui pesan singkat di Jakarta, Minggu.

Hotel Roa Roa yang ditinggali korban selama berada di Palu, runtuh akibat guncangan gempa bumi 7,4 SR pada Jumat (28/9).

Upaya evakuasi segera dilakukan oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) dan pihak-pihak terkait, namun diperkirakan 50 hingga 60 orang belum dievakuasi dari reruntuhan bangunan hotel yang berlokasi di Jalan Patimura, Kota Palu itu.

Kedubes Korea Selatan telah bekerja keras dengan pihak berwenang Indonesia dalam mempercepat operasi pencarian dan penyelamatan baik di dalam dan di sekitar hotel.

Pihak kedutaan juga telah mengirim seorang konsul dan atase pertahanan ke Makassar, Minggu pagi.

"Kami berharap melalui kerja sama dengan TNI, konsul yang akan terbang ke Palu bisa melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menemukan dan menyelamatkan warga kami," tutur Dubes Kim.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana  melaporkan tercatat 71 warga negara asing (WNA) berada di Palu, Sulawesi Tengah, saat terjadi gempa yang disusul tsunami pada Jumat (28/9).

Kepala Pusat Informasi dan Komunikasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho pada konferesi pers di Graha BNPB Jakarta Timur, Minggu, menyebut dua orang diantara puluhan WNA tersebut telah dievakuasi ke Jakarta menggunakan Pesawat Hercules milik TNI AU, yakni satu  warga negara Singapura dan satu warga negara Belgia.

WNA lainnya yang telah diketahui keberadaannya dan dalam kondisi aman, yakni satu  warga Jerman di Resort John Dive Donggala, 32 warga Thailand di Kota Palu, 21 warga China di Hotel Best Western Palu, dan 10 warga Vietnam yang saat ini sudah berada di Posko Bandara Mutiara Palu.

Kesepuluh warga Vietnam itu siap dievakuasi ke Jakarta menggunakan pesawat Hercules.

Sedangkan lima  WNA lain belum diketahui kondisinya, yakni satu warga Korea Selatan, tiga  warga Prancis, dan satu warga Malaysia.

"Satu warga Korea Selatan itu diduga berada di Hotel Roa-Roa Palu yang kondisi bangunannya telah rata dengan tanah, namun masih perlu kita pastikan karena proses pencarian masih berlangsung," kata Sutopo.

Baca juga: 71 warga negara asing berada di Palu saat gempa dan tsunami

Baca juga: BNPB sebut korban meninggal capai 832 di Palu-Donggala

Baca juga: Pemerintah bergerak cepat mitigasi dampak gempa Palu
Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2018