Pemkot Bekasi perbaiki dua alat pemantau banjir Sungai Cileungsi, Kali Bekasi

Bekasi (ANTARA News) - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai memperbaiki dua alat pemantau tinggi muka air (TMA) pada aliran Sungai Cileungsi dan Kali Bekasi yang sempat rusak akibat tersambar petir, Februari 2018.

"Tim dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi telah melakukan pengecekan kerusakan alat, masing-masing di kawasan PT wika Cileungsi Kabupaten Bogor dan di Perumahan Pondokgede Permai Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi. Memang benar ada kerusakan akibat tersambar petir," kata Penjabat Wali Kota Bekasi Ruddy Ganda Kusumah di Bekasi, Minggu.

Menurut dia, perbaikan pada alat pantau TMA di Jembatan PT Wika Cileungsi diketahui permasalahannya adalah alat e-buffer yang hangus tersambar petir.

Tim saat ini membutuhkan waktu sekitar sepekan untuk menjalani tahapan perbaikan mulai dari pengecekan kerusakan, pembelian komponen pengganti, pemasangan hingga uji coba alat.

"Hingga Sabtu (21-4-2018) tim sudah memulai perbaikan rangkaian instalasi kelistrikan untuk memulihkan komponen e-buffer di Cileungsi dan segera menyasar titik berikutnya di Perumahan PGP yang alat TMA-nya juga mengalami kerusakan komponen akibat situasi yang sama," katanya.

Secara terpisah, Penasihat Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) Puarman mengatakan kerusakan dua alat pantau TMA itu sempat berimbas pada keterlambatan pelaporan debit sungai kepada warga yang kini berdomisili di bantaran Sungai Cileungsi dan Kali Bekasi.

KP2C selama ini mengambil peran sebagai garda terdepan dalam pelaporan air kiriman dari Kabupaten Bogor di Kali Bekasi yang menjadi titik pertemuan Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas.

Pelaporan tersebut dilakukan pihaknya dengan menempatkan petugas pantau di bagian hulu Cileungsi guna pemberitahuan dini potensi luapan sungai yang kerap menimbulkan banjir di rumah warga bantaran.

"Pada hari Jumat (20-4-2018) TMA Kali Bekasi mencapai 480 sentimeter atau berstatus siaga karena TMA-nya melebihi ambang batas normal yakni 300 centimeter. Namun, kami terlambat mengeluarkan pemberitahuan dini kepada warga selama beberapa saat sebab alat pantaunya rusak," katanya.

Puarman mengatakan bahwa petugas pantau KP2C bekerja berdasarkan laporan alat deteksi TMA milik Pemkot Bekasi di dua titik tersebut.

Atas situasi tersebut, pihaknya berinisiatif melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk perbaikan alat pantau.

"Alhamdulillah, saat ini laporan kami sudah direspons oleh Pemkot Bekasi dan kini sedang dalam proses perbaikan," demikian Puarman.
Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018