Bima, 8/4 (ANTARA News) - Ribuan masyarakat Bima tumpah ruah di pesisir Pantai Lawata, Teluk Bima, untuk mengikuti kegiatan Festival Pesona Lawata 2018 yang digelar Pemerintah Kota Bima yang di dukung Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat sebagai rangkaian Festival Pesona Tambora 2018.

Berbagai kegiatan dihelat, di antaranya Lomba Perahu Hias yang diikuti oleh 80 peserta, hingga menikmati santap siang menu serba ikan yang disediakan oleh seluruh OPD lingkup Pemkot Bima.

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar Pemkot Bima, Festival Pesona Lawata, sebagai salah satu rangkaian even untuk memeriahkan Festival Pesona Tambora 2018," kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL Moh Faozal, Minggu.

Bagi Pemerintah Provinsi NTB, khususnya Dispar NTB, adanya kegiatan yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Pulau Sumbawa, termasuk Festival Pesona Lawata, sekaligus sebagai pemerataan kegiatan, yang muaranya adalah untuk mengembangkan sektor kepariwisataan di NTB.

Menurut Faozal, dari sisi potensi Pulau Lombok dan Sumbawa memiliki potensi yang nyaris sama di bidang pariwisata.

Hendaknya kedepan kegiatan kepariwisataan seperti ini terus dipertahankan dan dilaksanakan, sebagai salah satu upaya untuk promosi pariwisata NTB, khususnya di Kota Bima," jelasnya.

Sementara Walikota Bima, H Qurais H Abidin, dalam arahannya mengapresiasi keoada Pemprov NTB, dalam hal ini Dispar NTB, yang telah membantu kesuksesan penyelenggaraan Festival Pesona Lawata 2018.

"Jujur saja, even ini tidak akan pernah ada kalau tanpa arahan, bantuan, dan inisiasi dari Dispar NTB. Untuk itu, harapan kami kedepan dalam APBD di Provinsi NTB kegiatan ini selalu dianggarkan, dan kalau bisa menyentuh kegiatan-kegiatan kepariwisataan lainnya di Kota Bima," harap Wali Kota.

Untuk pengembangan sektor pariwisata sambungnya, Pemkot Bima saat ini terus berusaha menggali berbagai potensi dan kearifan lokal yang dimiliki Kota Bima. Bahkan untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada di Kota Bima, pihaknya juga tidak ragu untuk bekerjasama atau meminta bantuan pihak luar. Seperti apa yang telah di jalin dengan Universitas Petra Surabaya, untuk mendesain berbagai pembangunan di Kota Bima," jelasnya.

Saat ini sambung Wali Kota Bima, tepat di depan Teluk Bima ini ada Pulau Kambing, yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai objek wisata. Tidak hanya wisata maritim saja, tetapi juga pusat kuliner.

"Masalahnya, Pulau Kambing sendiri tepat berada di perbatasan dengan Kabupaten Bima. Sehingga baik Kota Bima maupun Kabupaten Bima tidak memiliki kewenangan, dan harapan kami Pemprov NTB bisa mengembangkan Pulau Kambing ini sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat kami, baik Kota Bima maupun Kabupaten Bima," tandas Walikota Bima dua periode tersebut.

Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2018