Cak Imin tunggu fatwa kiai terkait cawapres

Cak Imin tunggu fatwa kiai terkait cawapres

Ketua Umum DPP PKB A. Muhaimin Iskandar. (ANTARA /Aditya Pradana Putra)

Bandung (ANTARA News) - Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin berterima kasih atas adanya dukungan sejumlah kelompok yang mendukung dirinya menjadi Cawapres pada Pilpres 2019 dan menyikapi hal tersebut ia akan menunggu fatwa sembilan orang kiai.

"Ya santai-santai saja, pelan-pelan saja, perkembangannya masih panjang, kita harus berpikir, memperhitungkan menunggu fatwa kiai. Saya minta ada sembilan kiai yang istikharah untuk melihat kedepannnya seperti apa," kata Cak Imin, di Bandung, Senin.

Ditemui usai menghadiri acara peluncuran Buku "Dari Desa Membangun Indonesia" di Kampus UPI, Cak Imin tak henti-hentinya menyampaikan terima kasih kepada Marhaenis Hijau Ngahiji Jawa Barat dan Sahabat Muda Ngahiji Jawa Barat karena mendeklarasikan dukungan sebagai Cawapres kepada dirinya.

"Sekali lagi kita ucapkan terima kasih sudah pada semangat tapi nanti kita lihat sambil jalan, kita lihat belum sampai kesimpulan bagaimana hasil istikharah para kiai," kata dia.

Ketika ditanyakan apakah dirinya sudah berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo terkait adanya dukungan dirinya untuk menjadi Cawapres 2019, Cak Imin menuturkan belum ada obrolan terkait hal tersebut.

"Belum, belum ada, pelan-pelan saja Pilpres masih lama kan," kata dia.

Sebelumnya dua kelompok masyarakat Marhaenis Hijau Ngahiji Jawa Barat dan Sahabat Muda Ngahiji Jawa Barat mendeklarasikan dukungan untuk Cak Imin agar menjadi Cawapres 2019.

Koordinator Marhaenis Hijau Ngahiji Jawa Barat, Acil Sopandi menyatakan, sebagai negara besar, Indonesia butuh sosok pemimpin yang bisa menyeimbangkan dua kekuatan utama yang menjadi landasan berdiri tegaknya NKRI.

Ia menjelaskan dua kekuatan yang dimaksud adalah kaum Marhaen atau yang dikenal juga dengan istilah Nasionalis, dan kaum Santri atau kaum religius.

Oleh karena itu, kata dia, menjadi rasional jika kepemimpinan Indonesia pada perhelatan Pilpres Tahun 2019 merupakan perpaduan antara dua kekuatan Marhaenis dan Muslim.

"Dan kami memiliki keyakinan, bahwa bila keduanya bersatu dalam menahkodai negeri ini, maka cita-cita dan amanat para founding fathers sebagaimana termaktub dalam UUD 1945 akan bisa diwujudkan dalam waktu yang cepat," kata Acil.

Pewarta : Ajat Sudrajat
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2017