Anggota DPR bantu perjuangkan Guru Tua jadi pahlawan nasional

Anggota DPR bantu perjuangkan Guru Tua jadi pahlawan nasional

Arsip foto - Anggota DPR Dapil Sulteng Ahmad M Al. ANTARA/Muhammad Hajiji.

Palu (ANTARA) - Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Provinsi Sulawesi Tengah Ahmad M Ali siap membantu memperjuangkan usulan Alkhairaat kepada Pemerintah Pusat mengenai penetapan Pendiri Alkhairaat Habib Sayyid Idrus Bin Salim Aljufri atau Guru Tua menjadi pahlawan nasional.

"Perjuangan dan dedikasi Guru Tua terhadap bangsa ini dalam mencerdaskan kehidupan bangsa patut untuk diberikan penghargaan gelar pahlawan nasional," kata Ahmad M Ali, dihubungi dari Palu, Sabtu.

Guru Tua, kata Ahmad M Ali, telah memberikan kontribusi besar kepada Bangsa Indonesia khususnya di Kawasan Timur Indonesia yang terpusat di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Baca juga: Pemkot Palu rekomendasikan gelar pahlawan nasional untuk Guru Tua

"Alkhairaat yang tersebar di penjuru daerah di Kalimantan dan Timur Indonesia menjadi pencerah pembangunan peradaban manusia. Guru Tua tidak hanya berdakwah, tetapi juga menghibahkan perjalanan hidupnya untuk kepentingan masa depan pembangunan bangsa di bidang pendidikan di Tanah Air," katanya.

Dalam masa perjuangan dakwahnya, Guru Tua telah berhasil membangun 420 madrasah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia bagian timur, Sulawesi, Maluku, Kalimantan, dan Papua. Semuanya adalah saksi nyata akan dakwah dia yang tidak mengenal lelah, yang kini telah mencapai lebih dari 1.700 madrasah.

Menurut dia, perkembangan Alkhairaat saat ini sangat pesat. Alkhairaat memiliki jenjang pendidikan mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini hingga SLTA tersebar di seluruh Indonesia, utamanya di kawasan timur. Selain itu, Alkhairaat juga memiliki perguruan tinggi yang bernama Universitas Alkhairaat, dan memiliki Rumah Sakit Alkhairaat serta usaha-usaha lainnya di di Sulteng.

Baca juga: Gubernur Sulteng dukung usul penetapan Guru Tua sebagai pahlawan

"Inilah yang harus dihargai, diberi penghargaan. Upaya beliau dan mencerdaskan kehidupan bangsa di Tanah Air, mengantarkan beliau layak untuk menjadi pahlawan nasional," ujarnya.

Ahmad M Ali akan mendorong dan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk penetapan Guru Tua sebagai pahlawan nasional dari Sulteng khususnya Kota Palu.

"Saya secara pribadi dan keluarga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Alkhairaat dan seluruh Abnaulkhairaat, karena belum sempat menghadiri Haul Guru Tua tahun 2022 ini. Hal ini karena saya dan keluarga sedang berada di luar kota untuk melaksanakan satu niat ibadah," ungkapnya.

Baca juga: Gubernur Sulteng: Alkhairaat harus terus kembangkan sektor pendidikan

Ahmad Ali berharap Haul Ke-54 Tahun Guru Tua menjadi momentum untuk membangun kebersamaan mengembangkan pendidikan Alkhairaat, sekaligus membangun kesolidan dalam menyebarluaskan Islam rahmatan lilalamin seperti yang diajarkan oleh Guru Tua.
Masyarakat memperdagangkan foto Guru Tua pada puncak peringatan Haul Ke 54 Tahun Pendiri Alkhairaat Habib Sayyid Idrus Bin Salim Aljufri (Guru Tua), di Palu, Sabtu (14/5/2022). (ANTARA/Mohammad Hamzah)
Antusias Abnaulkhairaat mengikuti puncak peringatan Haul Ke 54 Tahun Pendiri Alkhairaat Habib Sayyid Idrus Bin Salim Aljufri (Guru Tua), di Palu, Sabtu (14/5/2022). (ANTARA/Mohammad Hamzah)
Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2022