Masyarakat Kota Tangerang diminta waspadai potensi Omicron

Masyarakat Kota Tangerang diminta waspadai potensi Omicron

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Dini Anggraeni. (ANTARA)

Tangerang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Provinsi Banten, meminta masyarakat setempat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan varian baru COVID-19, Omicron, yang telah terdeteksi di beberapa negara di Eropa.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Dini Anggraeni dalam keterangan di Tangerang, Kamis (2/12), mengatakan pemerintah daerah setempat telah menerima instruksi dari Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan penularan Omicron, meski varian ini masih terus diteliti lebih dalam.

"Pada dasarnya, arahan Kemenkes tidak jauh berbeda seperti saat varian COVID-19 lainnya bermunculan, yaitu perketat kedisiplinan 5M dan pastikan anda, keluarga, dan lingkungan anda telah mengikuti vaksinasi," katanya.

Ia menjelaskan peningkatan kewaspadaan itu juga disertai upaya percepatan laju vaksinasi, terutama bagi masyarakat yang sama sekali belum mendapatkan vaksinasi dosis pertama.

Baca juga: Satgas: Cegah penyebaran varian Omicron dengan prokes

Pasalnya, katanya, vaksinasi bisa membantu seseorang terhindar dari penularan virus corona baru itu.

"Karena ditularkan oleh virus jadi memang mau tidak mau harus divaksinasi," katanya.

Ia mengingatkan masyarakat tidak lengah menerapkan protokol kesehatan 5M saat beraktivitas, terutama mematuhi kebijakan pemerintah terkait dengan mobilitas saat libur Natal dan Tahun Baru 2022.

“Menghadapi libur Nataru (Natal dan Tahun Baru) kita sama-sama tahu, telah dihantui dengan kasus COVID-19 gelombang ketiga. Hal ini, tidak bisa dianggap sepele dan harus disikapi dengan bijaksana. Dengan itu ada baiknya, ikuti aturannya, jaga kesehatan keluarga, karena kita tahu, kita sama-sama tidak mau pengetatan besar-besan kembali terjadi,” ujarnya.

Hingga saat ini, vaksinasi COVID-19 di Kota Tangerang sudah mencapai 94 persen atau 1.375.000 jiwa dan dosis dua 70 persen atau 1.021.000 jiwa dari target 1.479.301 orang.

Baca juga: BPOM: Vaksin Merah Putih butuh uji klinis tambahan sebagai booster
Baca juga: Satgas: Penyebaran COVID-19 di Afsel cepat seiring munculnya Omicron
Pewarta : Achmad Irfan
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021