Kasus COVID-19 di Kabupaten Bekasi naik

Kasus COVID-19 di Kabupaten Bekasi naik

Tes usap acak kepada pelajar di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengantisipasi kenaikan angka kasus harian COVID-19. (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah).

Cikarang, Bekasi (ANTARA) - Kasus COVID-19 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kembali menunjukkan kenaikan meski tidak signifikan, tapi menyebabkan status  pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di daerah itu naik ke level dua.

 Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah di Cikarang, Rabu, mengatakan level kewaspadaan COVID-19 Kabupaten Bekasi naik bersama daerah lain di wilayah aglomerasi Jabodetabek termasuk Kota Bogor.

 Peningkatan level pembatasan itu tertuang dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 63 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, 2 dan 1 COVID-19 di Jawa dan Bali.

Baca juga: Kemenkes: 10 provinsi alami peningkatan kasus dalam 4 pekan terakhir

Ia mengatakan peningkatan level pembatasan itu disebabkan  penambahan jumlah kasus harian.

Berdasarkan data Pusat Informasi dan Koordinasi Penanganan COVID-19 Jawa Barat (Pikobar), Kabupaten Bekasi menjadi daerah yang masuk dalam lima besar kasus konfirmasi COVID-19 tertinggi di Jabar. Hingga Selasa (30/11/2021) petang terdapat 33 kasus kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Bekasi.

Alamsyah tidak menjelaskan pemicu meningkatnya jumlah kasus Kabupaten Bekasi termasuk kemungkinan ada klaster yang menyebabkan tren kasus kembali naik.

"Ada beberapa penambahan kasus harian. Tidak signifikan. Kemudian untuk klaster baru juga tidak ada," katanya.

Baca juga: Presiden Jokowi peringatkan peningkatan COVID-19 di Jakarta dan Jateng

Berdasarkan hasil asesmen badan otoritas kesehatan dunia WHO, peningkatan kasus di Kabupaten Bekasi, wilayah aglomerasi Jabodetabek, serta Bali disebabkan  turunnya angka tracing (penapisan) dari setiap kasus positif.

Alamsyah menyebut peningkatan kasus ini menyebabkan sejumlah aktivitas mulai dibatasi di antaranya pendidikan tatap muka yang hanya maksimal 50 persen dari total kapasitas.

Kemudian tempat ibadah menjadi 75 persen dari total kapasitas. Demikian juga dengan restoran dan pusat perbelanjaan yang dibatasi hanya 50 persen dari total kapasitas.

"Pembatasan ini juga dalam rangka persiapan menuju PPKM Level 3 saat libur Natal dan Tahun Baru mendatang," kata dia.
Pewarta : Pradita Kurniawan Syah
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021