Israel tetap gelar Miss Universe meski ada ancaman Omicron

Israel tetap gelar Miss Universe meski ada ancaman Omicron

Ilustrasi - Zozibini Tunzi dari Afrika Selatan dinobatkan menjadi Miss Universe 2019 oleh pendahulunya, Miss Universe 2018 Catriona Gray dari Filipina, dalam ajang Miss Universe 2019 di Tyler Perry Studios di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat 8 Desember 2019. (ANTARA/Reuters/Elijah Nouvelage).

Jakarta (ANTARA) - Israel akan menjadi tuan rumah kontes kecantikan Miss Universe di resor Laut Merah Eilat pada 12 Desember mendatang meskipun memberlakukan pembatasan perjalanan telah dilakukan untuk mencegah penyebaran varian virus corona Omicron, kata Menteri Pariwisata Yoel Razvozov pada Minggu (28/11) waktu setempat.

Baca juga: Puteri Indonesia tak kirim delegasi di ajang Miss Universe 2021

Reuters melaporkan bahwa pada hari Sabtu (27/11) Israel mengumumkan akan melarang orang asing memasuki negara itu, memperpanjang karantina bagi warga dan penduduk yang kembali dari luar negeri dan mengembalikan pengawasan ponsel yang dirancang untuk melacak infeksi.

Namun, Razvozov pada hari Minggu mengatakan bahwa peserta Miss Universe akan diberikan keringanan sementara kemungkinan menjalani pengujian PCR setiap 48 jam dan tindakan pencegahan lainnya.

"Ini adalah acara yang akan disiarkan di 174 negara, acara yang sangat penting, acara yang juga sangat dibutuhkan Eilat," katanya kepada wartawan sebelum rapat kabinet mingguan, di mana para menteri akan memberikan suara pada tindakan anti-Omicron.

"Kami akan tahu bagaimana mengelola acara ini. Jadi, dengan menggunakan protokol kesehatan, kami akan mengadakan acara seperti ini. Kami sudah berkomitmen dan ini tidak dapat dibatalkan."

Memberikan pengarahan kepada komite parlemen, pejabat senior kementerian kesehatan Sharon Alroy-Preis mengatakan Israel sedang menyusun rencana keselamatan untuk Miss Universe dan dapat membatasi masuk ke kontes dari negara-negara yang dianggap berisiko tinggi.

Israel telah mengkonfirmasi satu kasus Omicron, katanya, pada seorang turis wanita dari Malawi.

Alroy-Preis berusaha mengecilkan rencana penerapan kembali pelacakan ponsel menggunakan teknologi yang dikembangkan oleh badan kontra-terorisme Shin Bet. Praktik tersebut, yang ditentang oleh pengawas privasi, sebagian besar telah ditangguhkan pada Mei 2020.

Baca juga: Jihane Almira kenakan 'Gambo Muba' di Miss Supranational 2021 Polandia

Baca juga: Puteri Indonesia Lingkungan 2020 semangati di tengah pandemi

Baca juga: Indonesia punya tempat indah untuk kontes kecantikan ratu sejagat
Pewarta : Maria Rosari Dwi Putri
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021