Hoaks seputar COVID-19 ancam kesehatan masyarakat AS

Hoaks seputar COVID-19 ancam kesehatan masyarakat AS

Seorang warga berpakaian seperti Uncle Sam menghadiri demonstrasi di luar New York City Hall di Manhattan, New York City, Amerika Serikat, Senin (9/8/2021), untuk menentang kewajiban vaksin penyakit virus corona (COVID-19). REUTERS/Andrew Kelly/hp/cfo

New York (ANTARA) - Informasi bohong (hoaks) seputar virus corona dan vaksin COVID-19 membahayakan sekaligus menimbulkan ancaman tiba-tiba bagi kesehatan masyarakat Amerika Serikat, kata media AS. 

Lebih dari 62 juta orang di Amerika Serikat masih belum divaksin meski data dari Satgas Penanganan COVID-19 Gedung Putih menunjukkan bahwa orang yang tidak disuntik vaksin 20 kali lipat lebih memungkinkan meninggal karena penyakit tersebut, menurut media lokal,WRAL.

Laporan itu mengutip pernyataan ahli bedah umum AS Vivek Murthy, yang menyebutkan bahwa sikap teguh untuk tidak divaksin terutama disebabkan oleh penyebaran informasi yang salah dan rumor mengenai penyakit tersebut.

"Sebuah survei baru-baru ini memperlihatkan bahwa hampir 80 persen partisipan percaya atau tidak yakin seputar mitos umum COVID-19," kata Murthy seperti yang dikutip media tersebut. 

Sumber: Xinhua

Baca juga: Tentara AD AS yang menolak vaksin bisa dipecat

Baca juga: Partai Republik di Kongres AS serang mandat vaksinasi Biden


 

BPJS Kesehatan tepis hoaks wajib sertifikat vaksin saat berobat

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021