BPBD kerahkan drone air-udara cari korban perahu terbalik Bojonegoro

BPBD kerahkan drone air-udara cari korban perahu terbalik Bojonegoro

Tim BPBD Jatim melakukan upaya pencarian korban yang dinyatakan hilang akibat perahu terbalik di Sungai Bengawan Solo, Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro pada Kamis (4/11/2021). (ANTARA/HO-BPBD Jatim)

Surabaya (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mengerahkan drone air dan udara untuk mencari korban perahu terbalik di Bengawan Solo, Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro yang dinyatakan hilang.

"Drone air dan drone udara kami fungsikan dengan harapan segera menemukan korban. Semoga dalam keadaan selamat semuanya," ujar Kepala Pelaksana BPBD Jatim Budi Santosa dihubungi dari Surabaya, Kamis.

Kedua alat tersebut, kata dia, stand by di posko induk dan difokuskan pada area pencarian titik kejadian musibah.

Baca juga: Tim lanjutkan pencarian korban hilang perahu terbalik di Bojonegoro

"Drone air difungsikan untuk mencari korban pada titik yang diduga sesuai permintaan dari Search and Rescue Unit (SRU). Pengambilan data dimulai pukul 06.00 WIB-07.00 WIB menggunakan drone udara," kata mantan Kasatpol PP Jatim tersebut.

Sementara itu, dalam proses pencarian korban, pada search area (S.A.) 5 menggunakan tiga unit perahu karet, masing-masing BPBD Jatim, BPBD Bojonegoro dan Badan SAR Nasional.

Total terdapat 21 SRU pencarian korban yang dibagi menjadi dua, yakni dilakukan penyisiran di darat terdiri dari lima SRU, sedangkan penyisiran di sungai menggunakan perahu karet 16 SRU.

"Tim juga bertugas melaksanakan pemantauan di check point Jembatan Prambon Wetan dan Tambangan Klotok," kata Budi Santoso.

Baca juga: Petugas hentikan sementara pencarian korban perahu terbalik Bojonegoro

Sebelumnya, pada Rabu (3/11) pagi terjadi kecelakaan perahu yang merupakan alat transportasi penyeberangan di Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro.

Perahu yang membawa penumpang dan sepeda motor itu terbalik diduga akibat arus yang sangat deras.

Upaya pencarian korban perahu terbalik yang dinyatakan hilang untuk sementara Rabu petang karena kondisi mulai gelap dan arus sungai semakin deras. Pencarian kembali dilanjutkan Kamis pagi.

Total 17 penumpang diperkirakan menjadi korban, yang 10 orang di antaranya sudah dievakuasi dalam keadaan selamat, sedangkan tujuh orang lainnya belum ditemukan.

Baca juga: SAR: Korban hilang perahu terbalik di Bojonegoro bertambah satu orang
Baca juga: Polisi siagakan tim cari penumpang perahu terbalik di perbatasan Tuban
Baca juga: SAR Surabaya terjunkan tim bantu tangani kecelakaan perahu Bojonegoro
Pewarta : Fiqih Arfani
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021