UT berikan pembebasan UKT bagi peraih medali PON XX

UT berikan pembebasan UKT bagi peraih medali PON XX

Tangkapan layar r Wakil Rektor UT Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan, Adi Winata, dalam taklimat media di Jakarta, Senin (1/11/2021). (ANTARA/Indriani)

Jakarta (ANTARA) - Universitas Terbuka (UT) memberikan pembebasan uang kuliah tunggal (UKT) bagi sejumlah mahasiswa yang berhasil meraih medali pada pelaksanaan PON XX di Papua.

“Pembebasan UKT sebanyak tiga semester diberikan pada mahasiswa yang meraih medali emas di PON XX. Kemudian pembebasan UKT sebanyak dua semester diberikan pada mahasiswa yang berhasil meraih medali perak dan pembebasan UKT sebanyak satu semester diberikan pada mahasiswa UT yang meraih medali perunggu,” ujar Wakil Rektor UT Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan, Adi Winata, dalam taklimat media di Jakarta, Senin.

Dia menambahkan selain pembebasan UKT, UT juga memberikan penghargaan yakni sertifikat penghargaan pada mahasiswa berprestasi tersebut.

Adi menjelaskan mahasiswa memiliki peran penting dalam membantu perguruan tinggi dalam mencetak lulusan yang berkualitas. UT memiliki komitmen untuk dapat membantu mahasiswa tumbuh dan berkembang baik dalam kancah nasional maupun internasional.

Sejumlah mahasiswa UT yang berprestasi dalam PON XX Papua 2021 yaitu Ni Luh Gede Hasita Prema Dewi (S1 Ilmu Hukum UPBJJ UT Denpasar) mendapat medali emas pada cabang olahraga Kabaddi (Eksibisi) Kategori Freestyle Putri dan medali perunggu pada Kategori Super 5 Putri, Alfi Syifa Nila Muna (S1 PGSD UPBJJ UT Semarang) meraih medali emas pada cabang Ring Sport Low Kick Putra 51Kg, dengan pelatih Muhamad Rifqi Tofani (S1 PGSD UPBJJ UT Semarang).

Baca juga: Menko PMK dorong PJJ diiringi dengan pembentukan kelompok belajar

Baca juga: Rektor UT : Kampus Merdeka berikan kesempatan mahasiswa berkembang


Selanjutnya, Febriana Dwipuji Kusuma (Sl Sistem Informasi UPBJJ UT Jember) meraih emas pada Cabang Bulu Tangkis Kategori Ganda Putri, Ridwan (Magister Manajemen Bidang Minat Sumber Daya Manusia UPBJJ UT Mataram) meraih medali emas pada Cabang Kriket Super Eight Men, Desandri (Sl Manajemen UPBJJ UT Bogor) meraih medali emas pada Cabang Kriket Super Eight Men dan juga meraih medali perunggu pada Cabang Kriket Super Sixes Men.

Kemudian ada Ni Made Putri Suwandewi (S1 Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemahan UPBJJ UT Jakarta) meraih medali emas pada Cabang Kriket Super Eight Women, serta dua medali perunggu pada Super Sixes. Women dan T20, Riska Meidita (S 1 Akuntansi UPBJJ UT Denpasar) meraih perunggu pada Cabang Shoinji Kempo (Embu Berpasangan Yudansha I-DAN Putri), Yuningsih Christiana Masoara (S 1 Ilmu Hukum UPBJJ UT Palu) meraih perunggu pada Cabang Karate, dan Alma Fauziah Ismail (S1 Ilmu Hukum UPBJJ UT Bandung) yang meraih medali emas dalam Cabang Anggar Beregu dan medali perunggu pada Cabang Anggar Sabre Individual.

Selanjutnya, Komang Ayu Cahya Dewi meraih medali perak cabang bulu tangkis perorangan dan medali perunggu beregu (S1 Ilmu Hukum UPBJJ UT Denpasar), Nur Annisa meraih medali emas hoki putri (S1 PGSD UPBJJ UT Samarinda) dan Fitriyani (S1 PGSD UPBJJ UT Samarinda).

“Mahasiswa yang berprestasi ini tidak hanya mengharumkan nama kampus, tapi juga daerahnya. Kami berharap dapat memotivasi mahasiswa UT lainnya,” harap Adiwinata.

Ketua KONI Pusat, Marciano Norman, mengatakan PON XX istimewa karena diselenggarakan pada masa pandemi. Selain itu, tidak banyak negara yang berhasil menyelenggarakan pesta olahraga pada masa pandemi.

“Indonesia merupakan salah satu negara yang sukses menyelenggarakan pesta olahraga pada masa pandemi,” kata Marciano.

Marciano berharap para atlet berprestasi tersebut mendapatkan dukungan maksimal, tidak hanya dari kampus tetapi juga dari Pemerintah Daerah (Pemda).

Baca juga: Rektor sebut UKT semakin terjangkau jika UT menjadi PTN BH

Baca juga: Universitas Terbuka berlakukan UKT untuk hindari pungli

Pewarta : Indriani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021