Nadiem sebut keberagaman di Sekolah Sultan Iskandar Muda menginspirasi

Nadiem sebut keberagaman di Sekolah Sultan Iskandar Muda menginspirasi

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim mengunjungi Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda di Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (26/10/2021). (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Medan (ANTARA) - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim mengatakan bahwa keberagaman yang ada di Sekolah Sultan Iskandar Muda di Kota Medan, Sumatera Utara, sangat menginspirasi baginya.

"Saya lihat di sini ada vihara, pura, gereja, dan masjid. Semuanya menjadi simbol kebinekaan yang luar biasa. Ini sangat menginspirasi buat saya," katanya saat meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah di bawah Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda tersebut pada Selasa.

"Saya lihat juga komposisi murid yang dari tingkat ekonomi yang kurang mampu itu besar sekali. Jadi luar biasa kita lihat ada sekolah yang punya jiwa sosial tinggi, jiwa kebinekaan yang sangat tinggi," katanya.

Ia berharap pengelolaan sekolah yang dijalankan oleh Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia.

"Tolong bantu kami juga dan saya ucapkan terima kasih dan marilah menyebarkan nilai positif, nilai Pancasila, ke sekolah yang lain," katanya.

Menurut informasi yang disiarkan di laman resmi yayasan, Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda dibentuk pada 25 Agustus 1987 oleh dr. Sofyan Tan, pemuda Tionghoa dari Desa Sunggal.

Sekolah Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda di pinggiran Kota Medan dibangun untuk mewujudkan mimpi Sofyan Tan memberikan jalan bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk menempuh pendidikan di sekolah bermutu.

Di samping itu, sekolah didirikan sebagai media untuk mengatasi persoalan prasangka dan cara pandang yang streotipikal.

Sekolah itu menerapkan model pendidikan multikultural dan memberikan akses pendidikan bagi semua orang tanpa membedakan suku, agama, ras, dan tingkat sosial ekonomi.
 
Pewarta : Nur Aprilliana Br. Sitorus
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2021