Hoaks! Knalpot hasil sitaan dijual secara daring

Hoaks! Knalpot hasil sitaan dijual secara daring

Arsip - Petugas Kepolisian Satlantas Polrestabes Medan menggunakan alat berat disaat memusnahkan barang bukti tangkapan knalpot blong (bising) di Medan, Sumatera Utara, Kamis (28/1/2021). Satuan Lalu lintas Polrestabes Medan memusnahkan sedikitnya 2000 knalpot blong hasil operasi tertib lalu lintas dari Agustus 2020 hingga Januari 2021. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/hp.

Jakarta (ANTARA/JACX) - Di media sosial TikTok, sebuah unggahan video yang mengklaim knalpot bodong hasil razia kendaraan di Kota Medan beredar viral.

Konten video yang muncul pada 20 Oktober itu menyebut knalpot dijual secara daring di sebuah lokapasar.

Knalpot yang sempat ditahan di Polrestabes Medan tersebut dijual dengan harga Rp1.234.

Berikut narasi yang disematkan dalam unggahan TikTok itu:
“knalpotnya dijual
di marketplace FB”

Namun, benarkah terdapat knalpot dari razia kendaraan di Kota Medan dijual di lokapasar daring?
 
Tangkapan layar konten video hoaks yang mengklaim knalpot hasil sitaan razia kendaraan dijual kembali di lokapasar. (TikTok)


Penjelasan:
Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Medan AKBP Sony Siregar, seperti dikutip sejumlah media nasional, mengatakan instansinya masih menyelidiki foto knalpot yang diklaim dari razia kendaraan dan hasiil tilangan tersebut.

Polrestabes Medan, lewat tim siber, juga menyelediki apakah benar terdapat knalpot yang dijual kembali di lokapasar.

Sony mengatakan jika terdapat barang bukti pelanggaran (tilang) yang dirazia dari pengendara di Medan akan langsung disimpan di tempat penampungan di depan kantor Satlantas Polrestabes Medan.

"Semua knalpot hasil tangkapan diletakkan di jaring besi yang di pohon. Tidak mungkin petugas menjual kemali. Knalpot yang dilepas akan diberi label," kata Sony.

Klaim: Knalpot hasil sitaan dijual secara daring
Rating: Salah/Hoaks

Baca juga: Warga minta polisi tingkatkan razia knalpot blong

Baca juga: Polisi tindak pengendara motor dengan knalpot bising
Pewarta : Tim JACX
Editor: Hanni Sofia
COPYRIGHT © ANTARA 2021