Menko Airlangga dorong percepatan vaksinasi Mandalika sukseskan WSBK

Menko Airlangga dorong percepatan vaksinasi Mandalika sukseskan WSBK

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) bersama Dirut ITDC Abdulbar M Mansoer (kiri) dan Gubernur NTB Zulkieflimansyah (kanan) meninjau Pertamina Mandalika International Street Circuit di Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (14/10/2021). Menko Bidang Perekonomian mengapresiasi persiapan yang telah dilakukan dalam menyambut event World Superbike (WSBK) yang akan digelar 19-21 November mendatang serta optimistis penyelenggaraan ajang tersebut akan memberikan efek positif bagi perekonomian NTB dan Indonesia. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/hp.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan kunjungan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok, untuk mendorong percepatan vaksinasi guna mensukseskan gelaran World Super Bike (WSBK) pada 19-21 November 2021.

"Gelaran (WSBK) ini diharapkan mendatangkan semakin banyak wisatawan lokal dan internasional, serta menarik devisa untuk negara. Di saat yang bersamaan juga menggeliatkan kembali aktivitas perekonomian masyarakat Lombok,” kata Airlangga dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu.

Dalam kunjungannya, Menko Airlangga mendorong Kapolda NTB dan Danrem 162 Wirabhakti agar sebesar 70 persen masyarakat di Nusa Tenggara Barat (NTB) telah divaksin dosis pertama dan 50 persen telah divaksin dosis kedua.

Baca juga: Komisi V DPR akui progres sirkuit Mandalika luar biasa jelang WSBK

Per 15 Oktober 2021, vaksinasi Provinsi NTB telah mencapai 47,11 persen untuk dosis pertama dan 16,13 persen untuk dosis kedua. Di Kabupaten Lombok Tengah, yang merupakan tuan rumah perhelatan WSBK Mandalika, sebanyak 66,04 persen masyarakat telah divaksin dosis pertama dan 13,70 persen telah divaksin untuk dosis kedua.

Pemerintah Pusat terus mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) agar berkomitmen mencapai target vaksinasi sebelum perhelatan WSBK dimulai, salah satunya dengan mempercepat distribusi vaksin dari provinsi ke seluruh kabupaten di NTB. Selain itu, Pemda juga didorong agar melakukan percepatan pencatatan vaksinasi di P-care untuk integrasi data.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah juga memiliki komitmen mempercepat vaksinasi melalui pembentukan 143 tim dengan formasi satu dokter, empat paramedis, dua petugas registrasi yang akan disebar pada 139 desa se-Kabupaten Lombok Tengah. Selain itu, Pemda juga menentukan sasaran vaksinasi berbasis desa dan kecamatan yang dimobilisasi oleh Kepala Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Camat, Danramil dan Kapolsek.

Baca juga: Hotel di Senggigi Lombok nikmati peningkatan kunjungan jelang WSBK

Per 14 Oktober 2021, Provinsi NTB tercatat memiliki kasus terkonfirmasi sebesar 27.559 kasus dengan 95,92 persen dari total kasus telah sembuh. Dengan percepatan vaksinasi, pemerintah meyakini herd immunity akan tercipta serta tidak tercipta klaster baru penyebaran COVID-19 selama pelaksanaan maupun pasca pelaksanaan WSBK.

"Percepatan pemenuhan vaksin di Kabupaten Lombok Tengah merupakan kunci utama dalam menyukseskan event berskala internasional ini. Event ini diharapkan memberikan multiplier effect ekonomi bagi masyarakat Lombok Tengah dan sekitarnya," ucapnya.
Pewarta : Sanya Dinda Susanti
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021