Kemendikbudristek harap film Indonesia jadi aset diplomasi budaya

Kemendikbudristek harap film Indonesia jadi aset diplomasi budaya

Sekretaris Ditjen Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) , Fitra Arda (kiri), aktor Reza Rahadian dan Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru, Ahmad Mahendra Kemendikbudristek (kanan) di malam pembacaan nominasi Festival Film Indonesia 2021, Minggu (10/10) (ANTARA)

Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) berharap film-film Indonesia tak sekadar jadi hiburan, tetapi bisa menjadi aset diplomasi budaya.

"Kita harap film Indonesia tidak saja sebagai penguat rasa kebangsaan, tetapi ajang diplomasi di kancah antarbangsa," kata Sekretaris Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Fitra Arda di malam pembacaan nominasi Festival Film Indonesia 2021, Minggu.

Fitra mengucapkan selamat kepada para peraih nominasi dari 22 kategori Penghargaan Piala Citra FFI 2021 yang dibacakan oleh empat duta FFI 2021, yakni Tissa Biani, Jefri Nichol, Angga Yunanda dan Prilly Latuconsina dari Dome Park Senayan, Jakarta, Minggu.

"Kami ucapkan selamat kepada yang terpilih dalam nominasi, semoga berjaya nanti dan meraih piala Citra 2021," ujar Fitra di acara yang disiarkan langsung di YouTube Budaya Saya.

Sementara itu, Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru, Ahmad Mahendra mengajak masyarakat untuk terus mendukung film-film buatan anak bangsa.

"Mari dukung terus perfilman Indonesia agar tetap jaya, jadi tuan rumah di negeri sendiri," kata Mahendra.

Dalam keterangan resmi, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek), Hilmar Farid mengucapkan selamat kepada karya- karya yang lolos seleksi.

Penyelenggaraan FFI adalah upaya pemerintah bersama para insan perfilman untuk melestarikan nilai-nilai budaya bangsa, kearifan lokal, dan pembangunan bangsa melalui film. FFI juga menjadi ajang penghargaan tertinggi bagi dunia perfilman Indonesia yang telah diselenggarakan sejak tahun 1955 yang berfungsi sebagai tolok ukur prestasi, apresiasi, dan promosi film Indonesia.

“FFI tahun 2021 merupakan tahun kedua yang dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19. Kendati demikian, industri film Indonesia masih tetap berjuang untuk melahirkan karya-karya terbaiknya dalam situasi yang terbatas. Lewat FFI, kita juga bisa memperkenalkan dan mempromosikan film-film kita ke dunia, bahkan tak menutup kemungkinan membuat studio besar tertarik dengan film yang kita miliki, sehingga penting bagi kita untuk tetap menggelar Festival Film Indonesia,” jelas Hilmar.

Hilmar menambahkan, karena itulah tema FFI tahun ini merupakan refleksi dari semangat insan film Indonesia tersebut, yaitu tema “Sejarah Film dan Media Baru” dengan subtema “Beralih Masa, Bertukar Rasa Film Indonesia”.

Diharapkan tema tersebut dapat menjadi landasan untuk mengobarkan semangat dan apresiasi untuk perfilman Indonesia dalam menghasilkan karya baru dengan teknologi.

“Kemendikbudristek mendukung penuh pelaksanaan FFI 2021 dengan memberikan penghargaan kepada insan perfilman atas karya film terbaik pada setiap kategori sehingga dapat menguatkan industri film dalam negeri dan sebagai ajang promosi film Indonesia di internasional. Ini juga menjadi langkah dalam memajukan kebudayaan kita melalui film,” pungkas Hilmar.

Malam Anugerah Piala Citra Festival Film Indonesia akan diadakan pada 10 November 2021 yang bertepatan dengan Hari Pahlawan dan disiarkan langsung secara daring melalui akun YouTube Festival Film Indonesia, Kemendikbudristek RI, dan Budaya Saya.

Baca juga: Daftar nominasi Piala Citra Festival Film Indonesia 2021

Baca juga: Presiden Jokowi akan hadiri malam puncak FFI 2021

Baca juga: HUT RI, Tissa Biani sampaikan harapan untuk perfilman Indonesia
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021