Karawang prioritas penanganan kemiskinan ekstrem di 25 desa

Karawang prioritas penanganan kemiskinan ekstrem di 25 desa

Ilustrasi - Pemukiman penduduk Karawang. (ANTARA/Ali Khumaini/dok)

Karawang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, akan memprioritaskan program pengentasan kemiskinan ekstrem di 25 desa yang tersebar di lima kecamatan terkait.

"Ke depan program pengentasan kemiskinan akan difokuskan di 25 desa itu," kata Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Sosial setempat Dani Laga, di Karawang, Sabtu.

Sebanyak 25 desa itu di antaranya Desa Cemarajaya, Gebangjaya, Kedungjaya, Kedungjeruk Desa Kertarahayu (Kecamatan Cibuaya) serta Desa Karyamulya, Kutaampel, Segaran, Segarjaya dan Desa Telukbango (Kecamatan Batujaya).

Selanjutnya Desa Kiara, Pasirjaya, Sukajaya, Sumurgede dan Desa Tegalurung (Kecamatan Cilamaya Kulon) serta Desa Kutagandok, Kutakarya, Kutamukti, Sampalan dan Desa Sindangsari (Kecamatan Kutawaluya).

Baca juga: Mendes: Penuntasan kemiskinan ekstrem harus jadi kerja bersama

Baca juga: Wapres instruksikan Jateng perbaiki data warga miskin ekstrem


Sisanya tersebar di lima desa di Kecamatan Pedes, yakni Desa Jatimulya, Karangjaya, Kertaraharja, Payungsari dan Desa Randumulya.

Dani menyatakan kemiskinan ekstrem di 25 desa di lima kecamatan sekitar Karawang itu harus segera ditangani.

"Upaya yang akan dilakukan untuk mengatasi kemiskinan ekstrem kini masih dalam pembahasan. Harapannya, beberapa bulan ke depan angka kemiskinan di 25 desa itu turun," katanya.

Sementara itu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat memimpin rapat kerja terkait penyelesaian kemiskinan ekstrem di Kantor Gubernur Jabar, mengatakan Karawang masuk lima besar daerah dengan kemiskinan ekstrem

Lima besar daerah kemiskinan ekstrem di Jawa Barat adalah Cianjur, Bandung, Kuningan, Indramayu dan Karawang.*

Baca juga: Wapres: Pemberdayaan UMKM upaya untuk menghilangkan kemiskinan

Baca juga: Wapres sebut daerah kemiskinan ekstrem dapat 2 tambahan bantuan
Pewarta : M.Ali Khumaini
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021