Untuk berlindung, Mukomuko-Bengkulu butuhkan "shelter" tsunami

Untuk berlindung, Mukomuko-Bengkulu butuhkan

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu Ramdani. (FOTO ANTARA/Dok.)

Mukomuko, Bengkulu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyatakan daerah ini membutuhkan minimal satu unit "shelter" sebagai tempat berlindung warga setempat dari tsunami.

"Lokasinya sudah ada dekat SMA di Kelurahan Koto Jaya, selanjutnya menunggu anggaran pembangunannya," kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Mukomuko, Ramdani, di Mukomuko, Kamis.

Ia mengatakan hal itu usai menggelar pertemuan dengan pihak BMKG terkait penentuan jalan nasional dan kabupaten yang menjadi jalur evakuasi tsunami di daerah ini.

Ia mengatakan bahwa Mukomuko membutuhkan shelter sebab secara geografis wilayah ini berada dekat dengan pantai dan jauh dari dataran tinggi.

Untuk sementara ini, kata dia, daerah ini membutuhkan shelter untuk tempat pengungsian bagi warga yang berada sepanjang pesisir pantai di Kecamatan Kota Mukomuko.

Ia berharap, shelter di Kelurahan Koto Jaya bermanfaat bagi warga khususnya yang bermukim di Pantai Indah Mukomuko termasuk warga yang berada di sekitarnya menyelamatkan diri ketika bencana tsunami tiba tiba melanda daerah itu.

Karena, menurut dia, jarak datangnya tsunami itu tidak lama, seperti pengalaman tsunami yang melanda daerah lain, yakni selama 15 - 20 menit.

Sedangkan wilayah lain di daerah itu yang juga dekat pesisir pantai, kata dia, seperti di Kecamatan Air Rami, Kecamatan Ipuh, Kecamatan Sungai Rumbai, dan Kecamatan Teramang Jaya, dekat dengan dataran tinggi.

"Kalau di wilayah lain memang dekat dengan pantai, tetapi dengan dataran tinggi juga tidak terlalu jauh sehingga mereka lebih cepat menyelamatkan diri saat tsunami," katanya.

Ia menjelaskan lokasi pembangunan satu unit shelter di daerah itu direncanakan di Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko, tepatnya di belakang pasar tradisional di kelurahan itu.

"Lokasi kita anggap pas untuk dibangun shelter mengingat jarak pemukiman penduduk dengan pantai sangat dekat, selain itu tanah di lokasi itu milik pemerintah setempat," tambahnya.

Tidak hanya warga di Kelurahan Koto Jaya saja yang bisa memanfatkan bangunan shelter itu, tetapi juga nelayan yang bermukim di Pasar Indah Mukomuko, demikian Ramdani.

Baca juga: "Zona merah" tsunami ada di 26 desa Kabupaten Mukomuko, kata BPBD

Baca juga: BMKG berencana pasang alat peringatan tsunami di Mukomuko

Baca juga: Mukomuko tetapkan 24 desa rawan tsunami

Baca juga: Gempa Sumbar 6,5 SR picu tsunami kecil di Mukomuko

 
Pewarta : Ferri Aryanto
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021