BNPB: Riset dan inovasi penting untuk pengurangan risiko bencana

BNPB: Riset dan inovasi penting untuk pengurangan risiko bencana

Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan berbicara dalam Webinar Talk to Scientists: Riset dan Inovasi untuk Indonesia Tangguh Bencana di Jakarta, Kamis (7/10/2021). ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan mengatakan riset dan inovasi sangat penting untuk akselerasi pengurangan risiko bencana di Indonesia.

"Riset dan inovasi sebagai basis upaya akselerasi pengurangan risiko bencana di Indonesia menjadi suatu hal yang sangat penting," kata Lilik dalam Webinar Talk to Scientists: Riset dan Inovasi untuk Indonesia Tangguh Bencana di Jakarta, Kamis.

Lilik menuturkan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi salah satu asas dalam penanggulangan bencana sesuai Undang-undang 24 Tahun 2007.

Ia mengatakan implementasi kegiatan yang dilakukan dalam penanggulangan bencana oleh kementerian/lembaga terkait sudah banyak menggambarkan upaya penelitian dan riset tentang kebencanaan baik yang dilakukan oleh para pakar, peneliti di berbagai lembaga penelitian maupun yang ada di perguruan tinggi.

Baca juga: Radar Atmosfer perkuat mitigasi bencana hidrometeorologi
Baca juga: Pemantauan dinamika atmosfer perkuat mitigasi bencana hidrometeorologi


Namun, menurut Lilik, perencanaan, pelaksanaan dan dokumentasi hasil penelitian riset tersebut belum terkoordinasi dengan baik. Oleh karena itu, penting untuk mengkoordinasikan hal-hal tersebut dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat antarpemangku kepentingan untuk menciptakan Indonesia tangguh bencana.

Lilik menuturkan riset, inovasi dan implementasinya menjadi kekuatan dalam upaya penanggulangan bencana yang bisa dilakukan dengan kolaborasi multidisiplin dan transdisiplin ilmu serta pelibatan berbagai organisasi riset dan bidang sains termasuk teknologi penginderaan jauh, pengkajian dan penerapan teknologi, ilmu pengetahuan kebumian dan aspek sosial humaniora.

Semua lintas disiplin ilmu dan organisasi riset akan memberikan masukan berbasis hasil penelitian untuk pemahaman dan deteksi potensi bencana di Indonesia, upaya penanggulangan yang dibutuhkan, penggunaan teknologi dan dukungan riset yang memperkuat penanganan dan pengurangan risiko bencana serta dampak-dampak yang diakibatkan bencana itu.

"Besar harapan kami di BNPB melalui acara ini kesiapsiagaan masyarakat dalam respons bencana akan terus meningkat, dan peluang kolaborasi riset dan inovasi lintas bidang penelitian sebagai upaya pengurangan risiko bencana dapat tercipta," ujarnya.

Lilik juga mengatakan kesadaran publik akan pentingnya kebijakan dan aksi berbasis riset, teknologi dan inovasi dalam meminimalkan risiko bencana harus meningkat terus-menerus sehingga masyarakat Indonesia semakin tangguh.

"Kita juga mendukung peningkatan ketangguhan bangsa Indonesia dalam menghadapi ancaman bencana," ujarnya.

Baca juga: Profesor riset LIPI dorong penguatan penelitian sesar aktif
Baca juga: LIPI kembangkan teknologi mitigasi bencana berbasis riset fundamental
Baca juga: Kepala BNPB minta peneliti kembangkan sistem kesiapsiagaan bencana

 
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021