BUMD Pemkot Surabaya kucurkan pinjaman modal usaha untuk UMKM

BUMD Pemkot Surabaya kucurkan pinjaman modal usaha untuk UMKM

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi usai menerima kunjungan dari PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Surya Artha Utama di Balai Kota Surabaya, Senin (4/10/2021). (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

Surabaya (ANTARA) - Badan usaha milik daerah (BUMD) milik Pemerintah Kota Surabaya,Jawa Timur, mengucurkan pinjaman modal usaha untuk pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) sebagai upaya mempercepat pemulihan ekonomi.

"Fokus saat ini adalah bagaimana meningkatkan dan menggerakkan ekonomi umat, serta meningkatkan taraf hidup warga Kota Surabaya," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya, Senin.

Komitmen Pemkot Surabaya untuk meningkatkan perekonomian UMKM ini diwujudkan melalui produk Pinjaman UMKM Surabaya Pasti Tangguh (Puspita) yang dikeluarkan salah satu BUMD pemkot, yakni PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Surya Artha Utama.

Baca juga: Pemkab Agam bakal bentuk BUMD pasarkan produk UMKM pada 2022

Oleh sebab itu, Wali Kota Eri menyatakan dukungannya kepada BPR Surya Artha Utama yang berinovasi menggerakkan perekonomian UMKM Surabaya. Namun demikian, ia juga menginginkan adanya pendampingan terhadap setiap pelaku UMKM tersebut.

"Kalau sudah ada pinjaman, teman-teman UMKM harus didampingi terus. Posisinya jangan sampai pelaku UMKM jadi lemah, jatuh. Kita harus menguati," ujarnya.

Wali Kota Eri menilai, apabila ada UMKM Surabaya yang memanfaatkaan program Puspita. Artinya mereka mempunyai semangat untuk berubah. Akan tetapi, yang paling penting adalah bagaimana pendapatan mereka harus lebih meningkat.

"Kalau dia (sebelum pinjam) untung Rp200 ribu maka kalau sudah pinjam untungnya harus Rp300 ribu atau Rp400 ribu. Jangan sampai, kalau ada pinjaman tapi tidak ada peningkatan pendapatan," katanya.

Baca juga: Pemkab Tangerang raih empat penghargaan di ajang Top BUMD Aworda 2021

Eri juga menginstruksikan kepada Perangkat Daerah (PD) Pemkot Surabaya terkait untuk melakukan pendampingan kepada mereka. Jangan sampai, pendapatan mereka justru merugi, karena kurangnya pemahaman dalam pengelolaan keuangan.

"Nanti kami dampingi terus. Kami pantau berapa pendapatannya, perkembangannya. Kami support alat-alatnya juga. Mereka bisa pinjam dana untuk beli bahan-bahannya," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Surya Artha Utama Renny Wulandari menjelaskan, bahwa sebagai salah satu BUMD milik pemkot, pihaknya juga berkomitmen mendukung pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi masyarakat.

"Kami optimalkan di masa pandemi ini untuk meningkatkan ekonomi UMKM. Jadi, kami mengeluarkan produk Puspita yang mana bunganya ringan, setahun hanya 3 persen," kata Renny. 
Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021