BKKBN luncurkan pusat media untuk ruang jurnalis berkomunikasi

BKKBN luncurkan pusat media untuk ruang jurnalis berkomunikasi

Tangkapan layar Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo saat memberikan kata sambutan dalam acara peresmian Media Centre BKKBN yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa (28/9/2021). ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti.

Jakarta (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) secara resmi telah meluncurkan tim "media denter" yang dapat digunakan sebagai ruang bagi para jurnalis dan media untuk berkomunikasi dalam diskusi serta mencari isu-isu yang terkait dengan BKKBN.

“Salah satu peran penting media adalah bisa mengangkat peran BKKBN dalam percepatan penurunan stunting (kekerdilan anak). Ini saya kira penting,” kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam acara peresmian Media Centre BKKBN yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa.

Dalam media genter yang dibentuk berdasarkan keputusan Kepala BKKBN Nomor 103/KEP/G1/2021 tersebut akan dibentuk sebuah wahana berupa "press room", yang memberikan pelayanan informasi kebijakan pemerintah berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang dapat digunakan oleh siapapun untuk mengadakan diskusi, terutama untuk informasi yang bersifat edukasi, kehumasan dan media yang ada di lingkungan BKKBN.

Tujuan dibuatnya media center itu, katanya, adalah untuk mendukung penyebaran informasi kebutuhan publik sehingga masyarakat dapat informasi yang lebih akurat, cepat, mudah dan juga terjangkau.

Ia mengatakan media memiliki tiga peran penting yakni sebagai wadah untuk menyampaikan informasi, menjalankan fungsi untuk informasi yang mengedukasi serta menjalankan fungsi ideologi untuk berjuang.

Melalui fungsi itu, katanya, maka media selalu memiliki nilai yang diperjuangkan bahkan setelah Indonesia mendapatkan kemerdekaan negara.

“Oleh karena itu peran media center ini menjadi peran yang penting untuk pendidikan, untuk informasi tetapi jangan lupa ada nilai yang diperjuangkan. Membangun itu gampang, me-'launching' itu gampang, tetapi mempertahankannya yang agak sulit,” katanya.

Ia berharap media center itu dapat menjadi sebuah karya yang dapat memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi para jurnalis dan masyarakat.

“Oleh karena itu, mudah-mudahan media centre dapat menjadi sebuah karya. Mudah-mudahan ini berkah dan bermanfaat untuk semuanya dan bermanfaat untuk masyarakat,” kata Hasto Wardoyo.

Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat BKKBN Putut Riyatno mengatakan media center juga dapat dijadikan sebagai ruang untuk menyebarluaskan informasi mengenai Program Bangga Kencana.

“Media center sebagai tempat untuk bekerja para jurnalis dan juga teman-teman tim media untuk bisa melaksanakan tugas-tugas dalam kehidupan untuk menyebarluaskan informasi tentang Program Bangga Kencana,” kata Putut.

Putut menyebutkan, nantinya di dalam media center akan dibentuk sebuah tim yang terdiri atasi 45 orang yang semuanya merupakan aparatur sipil negara (ASN) BKKBN. Tim tersebut akan memiliki tugas untuk membuat informasi-informasi edukatif yang akan ditampilkan pada press room tersebut.

Ia berharap dengan meluncurkan wadah informasi itu, pihaknya dapat lebih banyak memberikan informasi-informasi seputar perkembangan BKKBN dengan lebih baik lagi.

“Harapan kami adalah dengan jumlah (anggota tim) yang sebanyak itu, kiranya juga bisa memberikan informasi informasi yg sangat berharga bagi perkembangan BKKBN ke depan,” demikian Putut Riyatno.

Baca juga: BKKBN merevitalisasi posyandu untuk mempercepat penurunan stunting

Baca juga: Memadukan kampung KB dan kampung nelayan di tepi Selat Malaka

Baca juga: Forum Wartawan Peduli Jakarta dukung atasi anak stunting melalui golf

Baca juga: BKKBN menggerakkan mahasiswa untuk mendukung penurunan kasus stunting
Pewarta : Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021