Dua orang hilang dalam kecelakaan kapal di Batam

Dua orang hilang dalam kecelakaan kapal di Batam

Petugas berusaha menyelamatkan awak KLM Tirta Mulia yang mengalami kecelakaan di Perairan Batam, Ahad. ANTARA/HO - Basarnas Tanjungpinang.

Batam (ANTARA) - Dua orang hilang dalam kecelakaan kapal KLM Tirta Mulya GT 142 yang mengalami kebocoran dan tenggelam di Perairan Batuampar Kota Batam, Kepulauan Riau, Ahad.

"Dua orang masih dalam pencarian yaitu Andi Abdul Gani dan Sopyan. Sopyan diketahui berusia 38 tahun asal Jakarta," kata Kepala Basarnas Tanjungpinang sekaligus Kepala Seksi Ops dan Siaga, Miswadi.

Seorang korban lainnya selamat, yaitu Hasil (59) asal Pontianak, Kalbar.

Baca juga: Pencarian pria tenggelam di Bintan dihentikan dengan hasil nihil

KLM Tirta Mulya yang mengalami kecelakaan merupakan kapal kayu yang memuat 14.000 sak atau 700 ton semen.

Ia mengatakan pada Ahad pagi KLM Tirta Mulya GT 142 bertolak dari Pelabuhan Batu Ampar ke anchorage untuk memperbaiki kebocoran pada lambung kapal bagian belakang, kamar mesin.

Kapal itu kemudian melakukan labuh jangkar di Perairan Batuampar.

Baca juga: SAR Tanjungpinang cari korban pompong terbalik di perairan Sekupang

Dua orang anak buah kapal, Nurdin dan Sopyan naik ke atas KLM Tirta Mulia GT142 untuk membantu proses penanggulangan kebocoran kapal.

"Pada saat awak kapal melakukan upaya penanggulangan kebocoran kapal dengan pemasangan pompa Alkon pada KLM Tirta Mulia GT 143 tiba-tiba air masuk ke dalam kapal dan mengakibatkan kapal karam dan dua orang diduga ikut tenggelam, hingga saat ini belum ditemukan," kata dia.

Baca juga: Dua pemancing hilang terseret arus di perairan Tanjung Pinggir Batam

Begitu mendengar kejadian itu, pihaknya langsung menunjuk koordinator misi SAR dan menurunkan enam orang personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Batam untuk segera bergerak ke lokasi kejadian kecelakaan.

Pencarian dilakukan dengan melibatkan unsur gabungan dari Kantor SAR Tanjungpinang, Pos SAR Batam, Ditpolair Polda Kepri, TNI AL dan masyarakat setempat.

"Kami melakukan pencarian menggunakan kapal karet, alat selam, palkom, palmedis evakuasi dan pakaian COVID-19," kata dia.

Baca juga: Tim SAR rencanakan evakuasi 5 ABK korban KM Hentri terbakar ke Tual
 
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021