Universitas Pancasila kukuhkan tiga guru besar

Universitas Pancasila kukuhkan tiga guru besar

Tiga guru besar Universitas Pancasila (ANTARA/Foto: Humas UP)

Depok (ANTARA) - Rektor Universitas Pancasila Prof. Edie Toet Hendratno mengukuhkan tiga guru besar sekaligus, masin-masing satu dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan dua dari Fakultas Farmasi.

"Dengan pengukuhan guru besar hari ini, diharapkan dapat menginspirasi para dosen tetap lainnya untuk segera mencapai posisi ini," kata Edie Toet Hendratno usai acara pengukuhan di Universitas Pancasila Jakarta, Rabu.

Ketiga guru besar yang dikukuhkan yaitu Prof. Dr. Sri Widyastuti, SE., MM., M.Si dalam Bidang Manajemen Pemasaran Strategik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (sebagai GB ke-17), Prof. Dr. apt Ratna Djamil, M.Si dalam Bidang Ilmu Kimia Bahan Alam Fakultas Farmasi (GB ke-18), dan Prof. Dr. apt. Yusi Anggriani, M.Kes dalam Bidang Farmasi Klinis dan Komunitas Fakultas Farmasi (GB ke-19).

Baca juga: Rektor UP: Program MBKM tingkatkan kompetensi dan jaringan mahasiswa

Edie mengatakan saat ini Universitas Pancasila juga menerima permohonan beberapa guru besar yang ingin bergabung di Universitas Pancasila. Pada saat ini sedang dalam proses untuk mencocokkan bidang keilmuannya.

"Dengan bertambahnya guru besar yang bergabung di Universitas Pancasila, maka berarti akan semakin meningkatkan mutu akademiki Universita Pancasila," katanya.

Data Guru Besar Tetap Universitas Pancasila saat ini berjumlah 21 orang, dan Data Guru Besar Tidak Tetap Universitas Pancasila berjumlah 29 orang.

Baca juga: UP berikan beasiswa mahasiswa berprestasi bidang sosial kemasyarakatan

Dikatakannya, dengan banyaknya dosen tetap bergelar Doktor dengan jabatan fungsional Lektor Kepala yang UP miliki, artinya ada potensi untuk menambah guru besar dalam jumlah yang cukup besar.

Tentu, lanjut dia, dengan kemauan yang keras, mereka pasti juga mampu mencapai jabatan guru besar ini. Bahwa pencapaian guru besar ini bukan saja merupakan capaian pribadi sebagai seorang dosen, namun juga menjadi capaian institusi yang sangat penting.

"Sebagai bagian dari masyarakat, perguruan tinggi turut memegang peran keberlangsungan peradaban bangsa dan juga mencerdaskan kehidupan bangsa," ujarnya.

Baca juga: Program kampus merdeka, Fikom UP gelar lokakarya UMKM

Lebih lanjut ia mengatakan perguruan tinggi tidak sekadar berfungsi mencetak Sarjana, Magister, maupun Doktor, melainkan juga harus mampu melahirkan seorang Guru Besar.

Kampus yang mampu mencetak seorang guru besar, hal ini mengandung arti bahwa seorang guru besar pada hakikatnya adalah seorang pendidik, sekaligus peneliti yang hasil penelitiannya ditunggu oleh masyarakat luas sebagai bagian dari wujud pengabdian.

"Menjadi seorang guru besar bukan akhir dari pencapaian karir seorang dosen, tetapi justru menjadikan gelar ini sebagai semangat yang senantiasa membangkitkan inspirasi baru, guna menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara," katanya.

Baca juga: Rektor Universitas Pancasila pimpin Upacara HUT RI dengan busana Jawa
Pewarta : Feru Lantara
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021