312 PMI dirawat di Batam karena positif COVID-19

312 PMI dirawat di Batam karena positif COVID-19

Arsip Foto - Puluhan PMI dari Malaysia mengantre setibanya di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Sabtu (1/5/2021). ANTARA/Naim/am.

Batam (ANTARA) - Sebanyak 312 orang pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru pulang dari Malaysia dan Singapura dirawat di rumah sakit di Kota Batam, Kepulauan Riau, karena terkonfirmasi positif terinfeksi COVID-19.

Ketua Satuan Tugas Khusus COVID-19 Daerah Perlintasan Kepri Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu di Batam, Rabu, menyatakan dari 312 orang PMI yang positif COVID-19, sebanyak 310 di antaranya dirawat di RS Khusus Infeksi Pulau Galang.

Dua orang lainnya ditangani di rumah sakit rujukan di kota kepulauan itu karena memiliki komorbid.

Baca juga: Kasus aktif COVID-19 di Batam masih 121 orang

"Karena kami juga punya keterbatasan di RSKI. Untuk penyakit berat, yang punya penyakit kormobid dievakuasi ke RS yang memang punya fasilitas lebih," kata pria yang juga menjabat Danrem 033 Wira Pratama itu.

Ia mengatakan dengan 310 orang PMI yang dirawat di RSKI, maka tingkat keterisian di rumah sakit darurat itu mencapai 80 persen. "Banyak yang positif sekarang," kata dia.

Selain mereka yang dinyatakan positif COVID-19, sekitar 1.300 PMI juga masih menjalani karantina di Batam sepulang dari Malaysia dan Singapura.

Baca juga: Batam segera buka sekolah tatap muka

Baca juga: Pembukaan perbatasan Batam-Singapura tertunda faktor vaksinasi


Sesuai prosedur, setibanya di Batam, seluruh PMI harus menjalani tes usap PCR COVID-19. Apabila hasilnya positif, maka harus langsung diisolasi di RSKI Pulau Galang. Dan apabila hasilnya negatif maka harus melaksanakan karantina selama delapan hari.

"Kalau dikarantina, di tujuh hotel yang kami siapkan termasuk rusun-rusun Pemkot, BP Batam plus Putra Jaya," kata dia.

Setelah menyelesaikan masa karantina dan isolasi seusia aturan Permenkes maka PMI yang sebelumnya dinyatakan positif dan negatif COVID-19 akan diberikan surat keterangan, kata dia.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan belum ada PMI yang meninggal saat menjalani karantina atau isolasi di Batam.

Baca juga: Wagub Kepri yakinkan ibu menyusui untuk divaksin COVID-19

Baca juga: BIN vaksinasi warga pulau di Batam yang berbatasan dengan Singapura

 
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021