Pengadilan India dukung jeda lebih pendek bagi pembeli AstraZeneca

Pengadilan India dukung jeda lebih pendek bagi pembeli  AstraZeneca

Seorang warga menerima vaksin virus corona (COVID-19), COVISHIELD buatan Institut Serum India, di sebuah bioskop di Mumbai, India, Selasa (17/8/2021). REUTERS/Francis Mascarenhas/HP/djo.

Kochi, India (ANTARA) - Pengadilan India telah menyuruh pemerintah untuk menawarkan pilihan jeda lebih pendek, yaitu selama empat minggu, antara penyuntikan paket dosis AstraZeneca pada mereka yang membayar untuk mendapatkan vaksin tersebut.

Sebelumnya, jeda yang berlaku adalah 12 minggu hingga 16 minggu. 

India pada Mei menggandakan jeda antara pemberian dosis vaksin Covishield yang diproduksi secara lokal.

Langkah itu ditempuh untuk membantu memperpanjang jarak pemakaian persediaan yang langka, sehingga negara itu dapat memberikan setidaknya satu dosis pada 57 persen dari 944 juta orang dewasa.

Sejauh ini, baru 17 persen penduduk dewasa yang telah diimunisasi lengkap.

Dalam sebuah perintah yang diunggah di lamannya pada Senin (6/9), pengadilan tinggi di Negara Bagian Kerala di India selatan memerintahkan perubahan dalam platform pemesanan vaksin kementerian kesehatan untuk menyediakan pilihan, sejalan dengan yang ditawarkan kepada mereka yang terbang ke luar negeri.

"Sama sekali tidak ada alasan mengapa hak istimewa yang sama tidak diberikan kepada orang lain yang menginginkan perlindungan dini sehubungan dengan pekerjaan, pendidikan, dll," kata pengadilan.

Dalam pernyataannya, pengadilan menyamakan izin pemerintah bagi mereka yang merencanakan perjalanan ke luar negeri untuk memilih antara perlindungan dini dan perlindungan yang lebih baik dari infeksi COVID-19.

Baca juga: Beberapa negara berebut pasokan vaksin setelah pembatasan ekspor India

Keputusan itu menyusul permohonan dua perusahaan garmen, yang memiliki total lebih dari 10.000 karyawan.

Pengadilan meminta pemerintah untuk mengaktifkan penjadwalan dosis kedua dalam waktu empat minggu dari yang pertama --bagi mereka yang menginginkannya.

Ketentuan itu sejalan dengan jeda yang diatur dalam protokol awal soal pemberian vaksin.  
 
Kementerian kesehatan tidak menanggapi permintaan komentar.

Kementerian mengatakan keputusannya untuk jeda yang lebih lama antara dosis didasarkan pada bukti ilmiah bahwa langkah tersebut meningkatkan perlindungan.

Gerakan imunisasi India dimulai pada pertengahan Januari, dengan interval empat minggu antara dua dosis Covishield.

India telah menyuntikkan 698,4 juta dosis vaksin. Sekitar seperempat dari persediaan terjual, sisanya diberikan gratis.

Hitungan infeksi COVID-19 India mencapai 33,1 juta, didorong oleh 31.222 kasus baru dalam 24 jam terakhir. 

Sementara itu, jumlah harian kematian akibat penyakit itu 290 jiwa sehingga totalnya menjadi 441.042 jiwa. 

Sumber: Reuters

Baca juga: PM Modi pilih vaksin "buatan India" ketimbang AstraZeneca

Baca juga: Bangladesh akan terima suplai vaksin AstraZeneca dari COVAX, India

 

AstraZeneca disebut lebih besar manfaat daripada efek sampingnya

Pewarta : Mulyo Sunyoto
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021