Jonatan fokus ke turnamen selanjutnya setelah gagal di Olimpiade

Jonatan fokus ke turnamen selanjutnya setelah gagal di Olimpiade

Pebulu tangkis tunggal putra nasional Jonatan Christie bersiap menghadapi turnamen besar jelang akhir musim 2021 dengan menjalani fase pemulihan dan latihan di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Senin. (dokumentasi PP PBSI)

Jakarta (ANTARA) - Setelah terhenti di babak 16 besar Olimpiade Tokyo awal bulan Agustus, pebulu tangkis tunggal putra Jonatan Christie mulai melupakan rasa kecewanya dengan menata fokus untuk persiapan menghadapi turnamen besar lain yang segera hadir.

Meski berakhir tak sesuai harapan, namun tunggal putra peringkat tujuh dunia ini mengambil sisi positif dengan menjadikan Olimpiade sebagai pengalaman berharga untuk kelanjutan karirnya di masa depan.

"Saya mulai melupakan hasil di Olimpiade meski belum 100 persen. Tapi itu saya jadikan sebuah pengalaman, bukan tekanan," ungkap Jonatan dalam rilis PBSI di Jakarta, Senin.

Baca juga: Jonatan dikandaskan Shi Yu Qi di 16 besar tunggal putra Olimpiade

Menurut ia, Olimpiade memang salah satu impian terbesar semua atlet, tapi pertandingan penting bukan hanya di Olimpiade.

Oleh sebab itu ia akan kembali berjuang dengan maksimal untuk turnamen bulu tangkis akbar lainnya seperti Piala Sudirman dan Piala Thomas, serta Kejuaraan Dunia pada akhir tahun.

"Jadi banyak hal yang harus diperjuangkan. Yang berlalu biarlah berlalu, tinggal sekarang bagaimana kita untuk menatap ke depan," tutur atlet yang akrab disapa Jojo itu.

Jonatan, yang sudah menjalani latihan selama kurang lebih tiga minggu, mengatakan bahwa kondisinya sudah cukup baik. Menjaga kondisi menjadi hal yang paling diutamakan oleh peraih medali emas Asian Games 2018 ini.

Baca juga: Denmark jadi hambatan pertama Indonesia di fase grup Piala Sudirman

"Kondisi sejauh ini sudah oke. Sekarang masih pemulihan kondisi fisik, otot, mental dan semuanya sebelum nanti masuk ke latihan jelang turnamen. Tinggal menjaga kondisi dan semoga dijauhkan dari cedera," pungkasnya.

Tim Indonesia bersiap menghadapi jadwal turnamen yang padat mulai bulan September. Dimulai dengan Piala Sudirman (26 September-3 Oktober), Piala Thomas-Uber (9-17 Oktober), Denmark Open (19-24 Oktober), French Open (26-31 Oktober), dan SaarLorLux Open (2-7 November).

Berlanjut di Bali sebagai tuan rumah, Indonesia menggelar tiga turnamen besar yaitu Indonesia Masters (16-21 November), Indonesia Open (23-28 November), dan BWF World Tour Finals (1-5 Desember). Terakhir adalah Kejuaraan Dunia 12-19 Desember di Kota Huelva, Spanyol.

Baca juga: Hasil undian Thomas dan Uber Cup 2020: Indonesia berada di Grup A
Pewarta : Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021