Tekan stunting, Kimia Farma apresiasi 6 pemenang Bidan Inspiratif 2021

Tekan stunting, Kimia Farma apresiasi 6 pemenang Bidan Inspiratif 2021

Dharma Syahputra, Direktur Umum & Human Capital PT Kimia Farma Tbk (kedua dari kiri) saat memberikan sertifikat dan plakat kepada salah satu bidan pemenang Program Bidan Inspiratif 2021, Jakarta, Sabtu (28/8/2021). ANTARA/HO-Kimia Farma/aa.

Jakarta (ANTARA) - PT Kimia Farma memberikan apresiasi kepada 6 pemenang Program Bidan Inspiratif 2021 yang telah dilaksanakan selama 6 bulan sebagai bentuk dukungan kepada para bidan yang berhasil melakukan gerakan sosial pencegahan stunting pada kelompok 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

Direktur Umum & Human Capital Kimia Farma     Dharma Syahputra  dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, menjelaskan program Bidan Inspiratif diluncurkan pada 5 Juli 2020, kemudian pendaftaran pada 25 Juli – 31 Agustus 2020. Selanjutnya, pada 21 Oktober 2020 dipilih dari 1.474 menjadi 15 bidan untuk mengimplementasikan programnya. Kemudian 15 bidan itu mengimplementasikan program selama Desember 2020 – Juni 2021.

Kimia Farma menggandeng Human Initiative, Kitabisa, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Banten, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dalam menjalankan kegiatan sosial perusahaan (corporate social responsibilty/CSR) untuk menampung inovasi para bidan dalam membuat program inspiratif di masyarakat.

Baca juga: Dukung pencegahan stunting, Kimia Farma programkan Bidan Inspiratif

Enam bidan dengan program terbaik itu terdiri atas 5 pemenang dan 1 bidan dengan kisah terinspiratif, yaitu Bidan Ansoriyah melalui program “Membantu Ibu Menjaga 1.000 Hari Pertama Kehidupan Melalui Grup Whatsapp".

Berikut ini daftar 5 bidang pemenang Program Bidan Inspiratif. Pertama, Beriana, dengan program Isi Piringku Untuk Ibu Hamil Resti (Risiko Tinggi) dengan Strategi Budikdamber Dalam Menjaga 1.000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) di Masa Pandemi. Kedua, Devi Inggerianie dengan program Menjaga 1.000 HPK di Masa Pandemi Virus Covid-19.

Ketiga, Supwatul Ma'ani, dengan program Lase Pegas “Lulus Asi Ekslusif Penggerak Cegah Stunting”. Keempat, Een Nuraeni, dengan program Klinik Pupuk Kompos Ceria. Kelima, Haryani Yuke, dengan program Hayo Bergabung Bersama Group MOM (Mobile Obstetric Monitoring) Memonitor Kesehatan Ibu Hamil, Persalinan, Nifas, Sampai Melahirkan Bayinya Secara Sehat.

Sebanyak 15 bidan pemilik proposal memperoleh donasi dari Kimia Farma sebesar Rp10 juta per orang untuk melaksanakan proyek mereka. Program Bidan Inspiratif bertujuan untuk mendukung pencegahan stunting atau bayi kurang gizi di Kabupaten Tangerang, Banten.

“Sejak pendaftaran pada 25 Juli 2020 akhirnya diumumkan 5 pemenang dan 1 bidan dengan kisah terinspiratif pada hari ini. Kami mengucapkan selamat kepada para pemenang. Semoga ide-ide kreatif para bidan ini bermanfaat bagi ibu hamil dan para balita, terutama dalam mencegah stunting sehingga dapat tumbuh sehat dan menjadi generasi berkualitas di masa depan,” ujar Dharma saat mengumumkan pemenang, pemberian sertifikat dan plakat Program Bidan Inspiratif, Sabtu (28/8).

Baca juga: RUPSLB setujui Kimia Farma lakukan rights issue

Menurutnya, pemilihan pemenang Program Bidan Inspiratif didasarkan pada keberhasilan pengimplementasian proposal dan pengembangannya pada rentang waktu Desember 2020 hingga Juni 2021. Keenam pemenang tersebut memperoleh dana pendidikan total senilai Rp50 juta. Selain itu, 15 bidan peserta program akan memperoleh bantuan biaya untuk melanjutkan implementasi kegiatan mereka dari dana yang terkumpul hasil penggalangan kitabisa.com yang mencapai Rp132 juta.

Dharma Syahputra menambahkan bahwa Kimia Farma mendukung semua aktivitas kreatif para bidan untuk menekan angka kematian ibu hamil dan bayi stunting. Menurutnya, bidan berperan penting dalam menjaga 1.000 hari pertama kehidupan/HPK [golden age] guna menyelamatkan ibu dan anak serta dapat menentukan masa depan bangsa.

Dia berharap  ide kreatif dan inovasi dari para bidan tersebut tidak hanya diimplementasikan di lingkungan sekitarnya, tetapi juga menjadi percontohan di wilayah lain hingga seluruh Indonesia. Menurutnya, program ini dapat diperluas ke wilayah lain sehingga semakin banyak menelurkan ide brilian dari para bidan lainnya yang tentunya akan memberikan manfaat bagi sektor kesehatan Indonesia.

Sementara itu, Bidan Beriana berharap ke depan lebih banyak lagi ibu-ibu yang teredukasi dan terselamatkan juga lebih banyak bidan inspiratif lainnya yang bermunculan di seluruh Indonesia. Hal senada disampaikan Bidan Ansoryah bahwa dengan bantuan Kimia Farma, program inovasinya dapat diimplementasikan sehingga berhasil menurunkan angka ibu hamil dengan risiko tinggi di Desa Surya Bahari, Pakuhaji, Tangerang.
 
Pewarta : Faisal Yunianto
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021