Ketua DPD RI dorong percepatan pengembangan vaksin Merah Putih

Ketua DPD RI dorong percepatan pengembangan vaksin Merah Putih

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti didampingi Wakapolres Malang Kompol Himawan Setiawan meninjau proses vaksin di Polres Malang. ANTARA/Humas DPD.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendorong percepatan pengembangan dan produksi massal vaksin Merah Putih untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Nantinya, vaksin ini dapat digunakan untuk semua kalangan, dari anak di atas usia 12 tahun, laki- laki, perempuan, lanjut usia dan ibu hamil," kata LaNyalla dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Hal itu disampaikan LaNyalla setelah perusahaan farmasi yang bertanggung jawab untuk proses pembuatan massal vaksin Merah Putih, PT Biotis, menerima sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dia menuturkan saat ini sedang dilakukan uji praklinik kandidat vaksin Merah Putih terhadap hewan Makaka (sejenis monyet) dan diharapkan rampung pada Oktober 2021. Jika tahapan itu berhasil, maka dapat dilanjutkan pada tahap uji klinik vaksin Merah Putih.

Baca juga: Peneliti Vaksin Merah Putih bersyukur Biotis terima sertifikat CPOB

Baca juga: Peneliti: Hasil uji praklinik pertama vaksin Unair menjanjikan


"Kita berharap produksi vaksin Merah Putih dapat memenuhi kebutuhan vaksinasi secara nasional," ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sebanyak 29.403.345 warga di Indonesia sudah mendapatkan vaksin dosis lengkap hingga 18 Agustus 2021 atau sekitar 14 persen dari populasi Indonesia.

"Jadi Indonesia masih harus bekerja keras untuk menciptakan herd immunity (kekebalan kelompok) dari total 265 juta penduduk Indonesia atau target vaksinasi sebesar 208.265.720 orang, ini memerlukan ketersediaan vaksin yang masih tinggi," ujar LaNyalla.

Oleh karena itu, LaNyalla mengatakan produksi massal vaksin Merah Putih nantinya dapat menjadi salah satu langkah untuk memenuhi kebutuhan vaksin bagi masyarakat Indonesia.

Menurut dia, selama ini pasokan vaksin Indonesia berasal dari negara-negara tetangga yang didapatkan melalui kerja sama bilateral dan multilateral.*

Baca juga: BPOM: EUA Vaksin Unair ditargetkan semester pertama 2022

Baca juga: PT Biotis farmasi swasta pertama dalam pengembangan Vaksin Merah Putih
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021