BPPT: HUT ke-76 RI dimaknai dengan upaya penguasaan teknologi kunci

BPPT: HUT ke-76 RI dimaknai dengan upaya penguasaan teknologi kunci

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza. ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengatakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Republik Indonesia (RI) dimaknai dengan upaya penguasaan teknologi kunci.

"Kemerdekaan dalam menguasai teknologi kunci dalam menghela pertumbuhan perekonomian nasional, serta meningkatkan penggunaan produk dalam negeri," kata Hammam saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Hammam menuturkan kemerdekaan di era modern saat ini harus dimaknai dengan terbebasnya bangsa dari produk impor, tentunya tidak serta merta tidak menggunakan produk asing yang belum ada substitusinya.

Dalam mengisi kemerdekaan RI, BPPT berupaya untuk menghasilkan produk riset dan inovasi yang menjawab kebutuhan bangsa termasuk untuk penanganan pandemi COVID-19 seperti alat tes cepat antigen, dan laboratorium mobile Biosafety level-2.

Di samping itu, semangat menjadi pemain di negeri sendiri juga sudah dimulai dengan pemasyarakatan kendaraan listrik di Indonesia.
 
Baca juga: BPPT operasionalkan "Mobile Laboratory Biosafety Level 2" di Jombang
Baca juga: BPPT: PUNA Elang Hitam lompatan teknologi masa kini


BPPT melakukan audit dan kliring teknologi konsol pengisian dan baterai kendaraan listrik. Sebagai langkah nyata memulai industri pendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, BPPT bersama PT Pertamina telah mengimplementasikan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di SPBU Lenteng Agung dan Mt. Haryono.

Dalam upaya menjaga kedaulatan wilayah Indonesia, inovasi drone kombatan pesawat udara nir awak (PUNA) Elang Hitam juga sedang diupayakan BPPT bersama Konsorsium PUNA Elang Hitam.

Di bidang mitigasi kebencanaan, sensor tsunami BPPT baik berupa InaBuoy, InaCBT (cable based tsunameter), dan InaCAT (coastal acoustic tomography) akan diperbanyak di seluruh perairan berpotensi bencana. Pemasangan InaBuoy telah dilakukan di kawasan Gunung Anak Krakatau pada 28 Juli 2021.

Semua sensor itu akan mengirimkan sinyal secara berkala dan terus menerus ke Pusat Data Tsunami BPPT di Jakarta, yang mana rencananya hingga tahun 2024 BPPT akan memasang 13 InaBuoy, tujuh InaCBT, dan tiga InaCAT sebagai upaya memperkuat mitigasi bencana di Indonesia.

Baca juga: Elang Hitam, drone BPPT penjaga kedaulatan negeri
Baca juga: BPPT sosialisasikan InaBuoy pada para kru kapal kurangi vandalisme
Baca juga: BPPT gunakan sistem berbasis satelit ARGOS untuk lacak eksistensi buoy


 
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021