Sebuah sinergi menekan kematian pasien COVID-19 di DIY

Sebuah sinergi menekan kematian pasien COVID-19 di DIY

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meninjau selter isolasi di Rusunawa Bener, Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Jumat (6/8). ANTARA FOTO/Luqman Hakim

Yogyakarta (ANTARA) - Kasus konfirmasi COVID-19 di DIY meningkat tajam pada awal Juli 2021. Dari semula berjumlah ratusan per hari, penambahan kasus terus menukik di atas 1.000 kasus hingga puncaknya pada 27 Juli 2021 mencapai 2.732 kasus dalam sehari.

Di tengah membengkaknya penambahan kasus infeksi corona, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengumumkan bahwa varian virus corona B.1617.2 alias varian Delta telah memasuki wilayahnya.

Varian yang disebut-sebut memiliki daya tular tinggi itu diduga menjadi biang lonjakan penularan kasus di kota gudeg.

Bukan hanya angka penularan yang tinggi, jumlah kasus kematian pasien COVID-19 selama Juli 2021 juga ikut menanjak.

Pemda DIY menyebut jumlah kematian di bulan Juli mencapai 3.122 kasus atau naik enam kali lipat dibandingkan Juni 2021 yang tercatat 525 kasus kematian.

Dari kasus kematian pasien tersebut, 781 kasus meninggal saat menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. Jumlah kematian pasien isoman ini melonjak 19 kali lipat dibandingkan pada Juli 2021 yang masih tercatat 42 kasus. Lainnya, meninggal di rumah sakit dengan jumlah total mencapai 2.034 kasus kematian.

Data tersebut bersumber dari laporan Posko Dukungan Penanganan Jenazah COVID-19 di DIY yang dikomandoi Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY. Dimungkinkan masih ada data kematian yang tidak dilaporkan masyarakat kepada posko tersebut.

Tingginya kasus kematian yang berbanding lurus dengan angka penularan COVID-19 di DIY ini bukan hanya menjadi pekerjaan rumah Pemda DIY dan jajaran. Pemerintah pusat pun ikut memberikan perhatian khusus mengingat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali telah diterapkan sejak 3 Juli 2021 yang juga mencakup DIY.

Meski PPKM darurat telah diterapkan, persentase mobilitas warga di DIY mengacu data yang dipantau pemerintah pusat melalui google traffic pada pekan pertama baru berkurang 15 persen.

Padahal, untuk bisa menekan angka konfirmasi positif, sesuai instruksi Presiden Joko Widodo mobilitas masyarakat harus bisa diturunkan sampai 50 persen selama PPKM darurat.

Selain meminta mobilitas masyarakat di DIY ditekan hingga 50 persen, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan selaku Koordinator PPKM Jawa-Bali meminta Pemda DIY mendorong warga yang terpapar COVID-19 melakukan isolasi terpusat di selter.

Terlepas soal varian Delta, tingginya kasus penularan dan kematian di DIY juga antara lain dipicu masih tingginya jumlah pasien COVID-19 yang melakukan isoman. Pada 26 Juli Pemda DIY mencatat sebanyak 28.993 orang menjalani isolasi di rumah.

Dengan kapasitas tempat tinggal yang belum tentu memadai dan bercampur dengan anggota keluarga lain, isolasi justru berpotensi menjadi sarana penularan di kluster keluarga.

Di sisi lain, pelayanan kesehatan yang tidak memadai juga memungkinkan pasien telat mendapat pertolongan sehingga meninggal di rumah atau sudah dalam keadaan kondisi memburuk saat dirujuk di rumah sakit.

Baca juga: Masih ada jalan atasi pandemi COVID-19
Baca juga: Sinergi antarlembaga demi kepentingan rakyat di tengah pandemi


Membentuk Satgas Isoman dan Oksigen

Merespons instruksi Menteri Luhut untuk menekan kasus kematian itu, Pemda DIY lantas membentuk satuan tugas (satgas) isoman beranggotakan 100 orang nakes di bawah koordinasi Danrem 072 Pamungkas bersama Babinsa, dan Babinkamtibnas.

Selain memiliki tugas memantau kondisi para pasien isoman, mereka juga bertugas mendorong serta memindahkan warga yang isoman dari rumah ke selter.

Per 7 Agustus 2021, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut sebanyak 985 warga isoman bersedia pindah ke selter.

Pemindahan warga isoman ke selter akan terus digenjot. Pasalnya, angka isoman di DIY masih cukup tinggi sementara di selter masih tersedia 1.300 tempat tidur yang belum terisi.

Melalui selter, pasien COVID-19 mendapatkan jaminan layanan yang layak, mulai dari kontrol kesehatan, vitamin, gizi, hingga psikologi pasien.

Salah satu upaya Pemda DIY yang didukung dan diapresiasi pemerintah pusat adalah penerapan sistem rujukan rujuk balik. Melalui sistem itu, masyarakat yang masih menunggu hasil tes akan dipantau untuk benar-benar isoman atau berada di selter level pedukuhan.

Apabila pasien terkonfirmasi namun OTG maka akan naik ke selter desa, pasien dengan gejala ringan di selter daerah, kemudian pasien dengan gejala sedang, berat dan sangat kritis akan berada di Rumah Sakit (RS) Lapangan dan RS.

Upaya itu juga sekaligus mengurangi kepadatan rumah sakit.

Selain membentuk Satgas Isoman, Pemda DIY juga membentuk Satgas Oksigen yang bertugas mencegah kelangkaan oksigen medis di rumah sakit.

Hingga 10 Agustus 2021, rata-rata kebutuhan oksigen medis di DIY mencapai 45 hingga 50 ton per hari. Sedangkan dalam situasi normal rata-rata berkisar 25 sampai 30 ton per hari.

Meski kebutuhan masih di atas normal, Ketua Satgas Oksigen DIY Tri Saktiyana memastikan tambahan oksigen cair sekitar 10 sampai 20 ton per hari masih bisa dipenuhi oleh sejumlah perusahaan pemasok oksigen di luar DIY.

Baca juga: Satgas beri penghargaan kepada para pejuang penanganan COVID-19
Baca juga: Kemenkumhan ambil langkah strategis kendalikan COVID-19 di lapas


Kasus kematian menurun

Mengutip data penanganan jenazah dari Posko Dukungan Operasi Penanganan COVID-19 DIY hingga 12 Agustus 2021, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY menyebut kasus kematian pasien COVID-19 saat menjalani isoman di DIY menurun dibandingkan Juli 2021.

Jumlah kasus kematian pasien saat isoman di rumah tercatat sebanyak 131 kasus pada periode 1 Agustus hingga 12 Agustus 2021.

Mengacu periode yang sama pada Juli 2021, kasus pasien yang meninggal dunia saat isoman di DIY masih mencapai 254 kasus.

Penurunan jumlah kasus kematian pasien isoman tersebut berbanding lurus dengan angka konfirmasi positif COVID-19 di DIY yang juga menurun.

Pada 16 Agustus 2021 jumlah kasus konfirmasi COVID-19 di DIY bertambah 702 orang sehingga total menjadi 139.160 pasien positif.

Penambahan kasus harian tersebut menjadi yang terendah sejak awal Juli 2021 dengan rekor tertinggi mencapai 2.732 kasus.  Capaian ini berkat kerja keras seluruh tim satgas, tenaga kesehatan, TNI, Polri dan masyarakat yang mulai disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Turunnya kasus harian juga menjadi kado bagi Hari Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia sehingga terus memotivasi semua pemangku kepentingan berjuang menekan penyebaran COVID-19.

Kendati kasus COVID-19 di DIY sudah berangsur melandai, Menteri Luhut saat meninjau fasilitas isoter di DIY pada 6 Agustus 2021 berpesan agar masyarakat di daerah ini tidak lengah dengan konsisten menerapkan protokol kesehatan.

Ia menilai, meski saat ini kondisi sudah cukup membaik, namun tidak boleh langsung jemawa karena tidak ada yang tahu ujung dari pandemi ini.

Pernyataan itu sebagai bentuk kewaspadaan karena virus corona masih terus bermutasi dengan tingkat penyebaran dan ancaman kematian yang belum diketahui.

Baca juga: HUT RI ke-76, Luhut ajak anak bangsa tunjukkan semangat ketangguhan
Baca juga: Anies: Tingkat keterpaparan COVID-19 DKI sudah di bawah 10 persen

Pewarta : Luqman Hakim
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021