Kemendikbudristek : IISMA dorong mahasiswa jadi warga global

Kemendikbudristek : IISMA dorong mahasiswa jadi warga global

Tangkapan layar Plt Dirjen DiktiRistek Kemendikbudristek, Prof Nizam, dalam pelepasan IISMA di Jakarta, Senin (9/8/2021). (ANTARA/Indriani)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan program Indonesia International Student Mobility Award (IISMA) bertujuan untuk mendorong mahasiswa menjadi warga global.

“IISMA merupakan kolaborasi antara Kemendikbudristek dengan LPDP untuk membangun warga global. Salah satu kompetensi penting pada abad 21 adalah wawasan global,” ujar Plt Dirjen DiktiRistek Kemendikbudristek Prof Nizam, pada pelepasan mahasiswa IISMA 2021 di Jakarta, Senin.

Dia menambahkan para pemimpin masa depan harus memiliki wawasan global, jejaring dan persahabatan internasional, sehingga kemajuan dan keunggulan di tingkat dunia bisa dibangun bersama-sama.

Mantan Dekan Fakultas Teknik UGM tersebut berharap para mahasiswa yang diberangkatkan ke 31 negara tersebut dapat membangun persahabatan internasional. Para mahasiswa tersebut akan belajar selama satu semester di perguruan tinggi kelas dunia di luar negeri.

“Saya berharap adik-adik sekalian bisa menjadi duta bangsa dan mengenalkan budaya Nusantara pada teman-temannya di luar negeri. Kenalkan tentang keramahtamahan masyarakat Indonesia, keberagaman, kenalkan juga pariwisata Indonesia, keindahan alam, masakannya,” ujar dia.

Nizam berharap mahasiswa tersebut dapat menimba pengalaman dan ilmu dengan pertukaran mahasiswa di luar negeri tersebut. Selain itu, para mahasiswa juga dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

“Saya juga berpesan agar adik-adik mahasiswa dapat terus menjaga protokol kesehatan. Meskipun di negara maju, tetapi harus menjaganya karena kalian tidak hanya membawa diri sendiri, tapi juga mewakili bangsa. Selamat berangkat dan semoga sehat, sukses serta kembali ke Tanah Air dengan sehat pula dan membawa berbagai pengalaman dan pengetahuan,” kata dia.

Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso mengatakan dalam sejarah perjuangan bangsa akan maju jika banyak kaum yang terdidik. Kaum terdidik yang cinta pada Tanah Air, berintegritas, penuh kejujuran dan bukan yang korupsi.

“Karena 64 persen koruptor di Indonesia adalah kaum terdidik. Kita tidak mau punya kaum intelektual seperti itu, kita mau memiliki kaum intelektual yang mempunyai integritas tinggi, cinta Tanah Air dan penuh kejujuran,” ucap Dwi.

Dwi berharap para mahasiswa tersebut dapat terus berpikir optimistis dan dapat menghasilkan sesuatu untuk kemajuan bangsa. Oleh karena itu, Dwi berpesan agar para mahasiswa untuk jangan takut melakukan yang terbaik dan membangun sinergitas untuk membangun bangsa.

Pewarta : Indriani
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021