Sandiaga ingatkan pelaku parekraf tidak lengah meski sudah divaksin

Sandiaga ingatkan pelaku parekraf tidak lengah meski sudah divaksin

Arsip foto - Peserta disuntik vaksin saat vaksinasi COVID-19 untuk pelaku wisata di tempat wisata Hutan Pinus Mangunan, Dlingo, Bantul, D.I Yogyakarta, Rabu (28/7/2021). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/rwa.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengingatkan agar para pekerja dan pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tidak lengah dan tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan meski sudah divaksin.

Sandiaga dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, mengatakan virus COVID-19 varian delta lebih cepat menyerang, sehingga masyarakat diharapkan untuk tetap menjaga protokol kesehatan secara disiplin meski sudah divaksin.

"Alhamdulillah, kita semakin mendekati ujung dari PPKM level 4 ini, mari kita terus disiplin terapkan protokol kesehatan walaupun sudah divaksin guys, tetap hati-hati dan jangan sampai lengah. Sebab, varian ini menyebarnya lebih cepat. Jadi kita harus lebih ketat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan," kata Sandiaga.

Menurut Sandiaga, vaksinasi merupakan salah satu upaya mencapai herd immunity sehingga diharapkan nantinya roda perekonomian bisa kembali pulih dan dapat tercipta lapangan pekerjaan seluas-luasnya.

Sandiaga yang juga mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut menyampaikan upaya Kemenparekraf dalam mempercepat vaksinasi adalah membuat program Vanic (Vaksinasi Asyik di Tempat Piknik) hingga menggelar sentra vaksin di tempat wisata. Hal tersebut bertujuan agar masyarakat tertarik untuk divaksin.

"Jadi vaksin tempatnya di lokasi wisata, dapat keindahan alamnya, dapat sedikit rehat sembari divaksin. Nah ini ternyata menjadi hits, banyak sekali yang mengapresiasi. Sehingga akhirnya menjamur, mulai dari Gunung Kidul, Kulon Progo, di Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, kemarin di Danau Toba di Kaldera kita menggelar vaksin dengan konsep gercep, geber, gaspol. Jadi ini inovasi, adaptasi pada pelaku wisata, dan kami memfasilitasi," ujar Sandiaga.

Lebih lanjut, Sandiaga menjelaskan upaya akselerasi pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif berfokus pada pariwisata era baru, yakni pariwisata yang lebih lokal, bisa disesuaikan, lebih personal, dan dalam kelompok yang lebih kecil. Wisata tersebut bisa berbasis kesehatan, kuliner, olahraga, wisata edukasi, ekowisata, serta desa wisata.

Wisata yang lebih personal adalah liburan yang sifatnya sangat pribadi hanya bersama keluarga. Wisatawan tidak lagi ikut dalam kelompook tur skala besar. Dan wisata yang disesuaikan berdasarkan dengan minat khusus misalnya seperti wisata berbasis alam.

Wisata yang lebih lokal artinya wisatawan tidak lagi berpergian jauh dari rumah. Nantinya wisatawan akan lebih nyaman liburan menggunakan kendaraan pribadi. Sehingga jarak yang ditempuh tidak akan lebih dari 250 kilometer dari tempat tinggal. Terakhir, tren wisata juga akan diprediksi bersifat dalam kelompok lebih kecil artinya jumlah pengunjung di setiap destinasi wisata tidak terlalu massif.

Sandiaga juga meminta kepada pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk lebih sabar, khususnya subsektor musik dan pertunjukan yang di dalamnya ada musisi di mana selama pemberlakukan PPKM level 4 terpaksa tidak menggelar konser. Dia mengatakan untuk saat ini prioritas pemerintah adalah pemulihan kesehatan dan mendorong lebih banyak vaksinasi.

"Saya mohon untuk teman-teman musisi bersabar, dan saya yakin upaya kita akan dibukakan jalan dan budaya bangsa ini adalah bergotong royong, ke depan diharapkan akan ada kegiatan yang langsung bisa mendorong semangat daya tahan musisi ini. Mudah-mudahan tidak terlalu lama lagi bisa berkegiatan kembali," ujar Sandiaga.

Baca juga: 1.000 pelaku usaha sektor pariwisata di Sleman ikuti vaksinasi

Baca juga: Menparekraf apresiasi tiga program pengembangan wisata Danau Toba

Baca juga: Kampus pariwisata diminta produktif dan lakukan inovasi saat pandemi

 
Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021