Kemensos respon kasus anak terpisah dari ortu akibat terdampak pandemi

Kemensos respon kasus anak terpisah dari ortu akibat terdampak pandemi

Kementerian Sosial memberikan atensi khusus pada Vino (10), anak yatim piatu akibat orang tuanya terpapar pandemi di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Rabu (4/8/2021). ANTARA/HO-Kemensos

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan atensi luas dalam penanganan dampak pandemi COVID-19 termasuk kasus anak terpisah dari orang tuanya yang  meninggal terpapar COVID-19 atau dirawat dalam ruang isolasi.

“Kemensos sudah menyusun protokol pengasuhan anak terdampak COVID-19 yang bekerja sama dengan lembaga lain maupun pemerintah daerah. Intinya kita hendak memastikan ketika ada orang tua dirawat di RS, maka RS bertanya apakah ada anak di rumah dan siapa yang mengasuh, untuk kemudian dilaporkan ke Dinas Sosial dan diurus,” kata Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Eka Kanya Santi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Kanya meyakini pandemi telah memunculkan beberapa kasus keterpisahan anak, baik karena orang tua isolasi mandiri, dan dirawat karena terpapar COVID-19, atau orang tua meninggal, sehingga hal tersebut perlu menjadi perhatian bagi jajaran Kemensos.

Ia menjelaskan, baru-baru ini, Kemensos memberikan perhatian kepada bocah Vino (10) yang menjadi yatim piatu karena ibu dan bapaknya meninggal terpapar COVID-19. Hidup sebatang kara, Vino dijemput Mbah Yatin atau biasa dipanggil Kakung oleh Vino, yakni kakek Vino dari keluarga almarhumah ibunya.

Baca juga: DKI bantu anak yatim piatu yang kehilangan orang tua akibat COVID-19
Baca juga: Anggota DPR: Perlu perhatikan anak kehilangan orangtua akibat COVID-19


Pada kasus Vino, didampingi Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) dari Kabupaten Sragen Januri dan difasilitasi Dinas Sosial Kabupaten Sragen, Mbah Yatin datang menjemput ke kediaman Vino, di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Setelah ziarah ke makam anak dan menantunya di Kutai Barat, Mbah Yatin dan Vino, bersiap terbang ke Sragen, Jawa Tengah.

Diantar langsung rombongan Dinas Sosial Kabupaten Kutai Barat menuju Bandara Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan, Mbah Yatin bersama Vino dan Sakti Peksos Januri berangkat menuju Bandara Juanda Surabaya. Selanjutnya mereka dijemput oleh staf Dinas Sosial Kabupaten Sragen untuk kembali ke rumahnya di Desa Gringging, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Kemensos melalui Tim Respon Darurat Balai Budi Luhur Banjarbaru yang terdiri dari Pekerja Sosial dan Penyuluh Sosial memberikan dukungan psikososial, motivasi dan penguatan kepada Vino dan Mbah Yatin. Tim juga memberikan paket pelindung diri berupa masker medis, hand sanitizer, dan face shield dan sarung tangan.

Balai juga memberikan penyuluhan agar Vino dan keluarga selalu mentaati protokol kesehatan dan memakai alat pelindung diri lengkap ketika keluar dari rumah. Selanjutnya Vino akan tinggal bersama keluarga besar nya di Kabupaten Sragen Jawa Tengah dan melanjutkan sekolah.

Baca juga: Kak Seto: Perlu pendampingan bagi anak yatim piatu terinfeksi COVID-19
Baca juga: Di tengah pandemi, ACT Maluku santuni 100 anak yatim-piatu di ponpes


Kemensos juga melakukan respon kasus terhadap BSS (18), disabilitas intelektual di Kabupaten Labuhanbatu Selatan. BSS tidak memiliki tempat tinggal setelah kedua orangtuanya meninggal karena COVID-19. BSS lebih banyak dikurung sehingga dinas sosial setempat, aparat desa, dan warga setempat tidak mengetahui keberadaannya.

Kepala Balai Medan Lyana Siregar menugaskan Kepala Subbag Tata Usaha Budi Prayitno dan 2 (dua) Pekerja Sosial Maidinse Hutasoit dan Ilzami untuk datang ke lokasi melakukan respon kasus. Sejak 1 Agustus 2021, BBS ditempatkan di asrama putra. Selama di dalam balai, BSS akan mendapat pendampingan dan pelatihan terutama berkaitan dengan kegiatan aktivitas kehidupan sehari-hari.

“Harapannya, BSS cukup mandiri untuk melakukan berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari sendiri yang sederhana,” kata Lyana. Salah satu hal yang menjadi perhatian utama dari koordinasi tersebut adalah dengan berusaha melakukan penelusuran keluarga dan tempat layanan yang tepat bagi BSS.

Baca juga: Sandiaga bantu beasiswa Rp25 juta untuk yatim-piatu akibat COVID-19
Baca juga: Pakar: Pandemi COVID-19 berpeluang menambah populasi yatim piatu


 
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021