Satgas: Sertifikat vaksin sebagai akses perlu cakupan vaksinasi tinggi

Satgas: Sertifikat vaksin sebagai akses perlu cakupan vaksinasi tinggi

Ilustrasi - Warga memperlihatkan sertifikat saat pelaksanaan Serbuan Vaksinasi COVID-19 Korp Marinir TNI AL dan Kemenhub di Pelabuhan Merak, Banten, Selasa (27/7/2021). ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/foc.

Jakarta (ANTARA) - Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Alexander K Ginting mengemukakan sertifikat vaksin sebagai syarat untuk mengakses fasilitas umum di Indonesia memerlukan pertimbangan cakupan kepesertaan vaksinasi yang tinggi.

"Cakupan vaksinasi harus tinggi dan jurang antara vaksin dosis pertama dan kedua jangan terlalu lebar," kata Alexander K Ginting melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Selasa siang.

Alexander mengatakan vaksinasi di Indonesia saat ini masih terus ditingkatkan hingga mencapai target penyuntikan 2 juta dosis per hari mulai Agustus 2021.

Berdasarkan laporan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dari total 90.988.817 dosis vaksin yang dikirim menuju 34 provinsi di Indonesia, sebanyak 68.641.750 dosis vaksin di antaranya telah digunakan di daerah pada Juli 2021.

Baca juga: Pengelola usaha kena sanksi jika izinkan masuk warga belum divaksin

Baca juga: Kemenkes belum membahas sertifikat vaksin untuk akses tempat umum


Distribusi vaksin sesuai porsi lebih banyak menuju wilayah DKI Jakarta sebanyak 13,1 juta dosis lebih, Jawa Barat 11,6 juta dosis lebih, Jawa Tengah 9,1 juta dosis lebih, Yogyakarta 1,9 juta dosis lebih, Jawa Timur 13,2 juta dosis lebih, Banten 3,5 juta dosis lebih dan Bali sebanyak 4,3 juta dosis lebih.

Persentase penggunaan vaksin tertinggi berada Provinsi Bali mencapai 92 persen atau setara 3,9 juta lebih dari total distribusi vaksin yang telah diterima di wilayah setempat. Jawa Tengah telah mempergunakan 88 persen vaksin terdistribusi atau setara 8 juta lebih.

Satgas Penanganan COVID-19 melaporkan dari total sasaran vaksinasi mencapai 208 juta jiwa lebih, sebanyak 20,9 juta jiwa penduduk Indonesia telah menerima dosis lengkap vaksin COVID-19. Sedangkan penerima dosis pertama mencapai total 47,8 juta jiwa lebih.

"Sertifikat vaksin sebagai syarat mobilitas masyarakat saat ini masih memerlukan proses," katanya.*

Baca juga: Tunjukkan sertifikat vaksin bisa dapat diskon belanja 10 persen

Baca juga: Pemprov DKI manfaatkan JaKi untuk periksa status vaksin warga
Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021