Strategi pengendalian COVID-19 Jawa-Bali direplikasi di wilayah lain

Strategi pengendalian COVID-19 Jawa-Bali direplikasi di wilayah lain

Arsip Foto - Petugas medis melakukan prosedur pemeriksaan untuk mendeteksi penularan COVID-19 pada pengemudi di gerbang keluar Tol Ungaran pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (8/7/2021). ANTARA FOTO/Aji Styawan/aww.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah mereplikasi strategi pengendalian penularan COVID-19 yang dijalankan di Jawa-Bali di wilayah lain di Indonesia.

"Kita akan lebih cepat menangani luar Jawa karena kita hanya akan mereplikasi saja yang sudah kita lakukan di Jawa-Bali supaya lebih cepat," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam acara konferensi pers virtual yang dipantau dari Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan bahwa hampir 70 persen kasus penularan COVID-19 ada di Pulau Jawa-Bali dan dalam 13 hari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) angka kasus di kedua wilayah tersebut berhasil diturunkan.

Dengan strategi penanggulangan COVID-19 sebagaimana yang telah dijalankan di Pulau Jawa dan Bali, ia mengemukakan, targetnya angka kasus penularan virus corona bisa lebih cepat diturunkan di wilayah lain yang jumlah penduduknya relatif lebih sedikit dibandingkan jumlah penduduk di wilayah Jawa dan Bali.

Strategi penanggulangan COVID-19 yang dijalankan di Pulau Jawa dan Bali mencakup peningkatan jumlah pemeriksaan dengan prioritas menemukan kasus penularan virus pada orang dengan status suspek dan setidaknya 15 orang yang melakukan kontak erat dengan penderita infeksi virus corona.

Upaya penanggulangan lainnya meliputi pelacakan kasus, penegakan protokol kesehatan, penanganan pasien COVID-19, dan pelaksanaan vaksinasi.

Baca juga:
Satgas: Lonjakan kematian di luar Jawa-Bali peringatan bagi pemda
Menkes: Puncak penularan COVID-19 di Jawa-Bali telah terlampaui
Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2021