JakLingko terapkan integrasi tarif lebih terjangkau mulai Maret 2022

JakLingko terapkan integrasi tarif lebih terjangkau mulai Maret 2022

Warga mengisi ulang kartu JakLingko di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Selasa (1/6/2021). ANTARA FOTO/Reno Esnir/rwa.

Jakarta (ANTARA) - Anak usaha BUMD DKI Jakarta, PT JakLingko Indonesia menerapkan tarif integrasi antarmoda transportasi yang lebih terjangkau bagi
 masyarakat di Jakarta, Bogor, Depok, 
Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) mulai Maret 2022.

Direktur Utama PT JakLingko Indonesia,
Muhamad Kamaluddin menjelaskan, tarif integrasi dengan harga terjangkau diterapkan untuk penggunaan semua moda transportasi di bawah jaringan JakLingko, yakni PT KCI (Kereta Commuter Indonesia), MRT, LRT dan TransJakarta.

"Di Maret 2022, baru mulai diterapkan tarif integrasinya dan akan terus berkembang operator transportasinya sehingga kolaborasi akan lebih luas lagi di luar perusahaan transportasi pemegang saham kami," kata Kamaluddin dalam webinar yang diselenggarakan virtual, Rabu.

Kamaluddin menjelaskan sebelum tarif integrasi tersebut diberlakukan, JakLingko akan meluncurkan kartu transportasi (smart card) dan aplikasi mobile yang dapat digunakan penumpang untuk sistem pembayaran seluruh moda transportasi pada Agustus mendatang.

Pada fase satu tersebut, pengguna dapat merencanakan, memesan dan membayar seluruh moda transportasi dalam satu kartu dan satu aplikasi.

Kemudian pada fase dua yang direncanakan Maret 2022, penerapan tarif integrasi berbasis jarak dengan perhitungan yang lebih terjangkau akan diberlakukan.

Baca juga: LRT Jakarta berharap integrasi tarif tingkatkan jumlah penumpang
Baca juga: Mayoritas warga DKI Jakarta setuju dengan integrasi tarif transportasi


Integrasi dan kolaborasi tarif tidak hanya dilakukan pada moda transportasi di bawah jaringan JakLingko, tetapi juga pada "bike sharing" seperti Go-Jek dan Grab, taksi hingga tempat wisata.

Kamaluddin memastikan bahwa integrasi tiket dan tarif JakLingko memberi kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan mobilisasi.

Selain kepada masyarakat, integrasi ini juga mempertimbangkan manfaat dari sisi operator transportasi umum karena jumlah penumpang dan pendapatan yang akan meningkat serta pembayaran yang terpusat.

Pemprov DKI Jakarta sebagai pemegang saham juga berperan mengurangi subsidi jangka panjang, mengurangi kemacetan dan memperbaiki kualitas udara Ibu Kota dengan penggunaan transportasi umum yang masif.

"Tentunya integrasi ini bermanfaat untuk semua pihak. Yang jadi prioritas bagi masyarakat harus lebih mudah, lebih nyaman, bisa menjangkau semua moda transportasi, cepat dan efektif," kata dia.
Baca juga: Warga DKI Jakarta keluarkan Rp500.000-Rp1.000.000 untuk transportasi
Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021