Gubernur DIY gencarkan vaksinasi dan optimalkan pemanfaatan selter

Gubernur DIY gencarkan vaksinasi dan optimalkan pemanfaatan selter

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meninjau vaksinasi di Kagungan Dalem Bangsal Sasono Hinggil Alun-Alun Selatan Keraton Yogyakarta, Selasa (27/7/2021). (ANTARA FOTO/Luqman Hakim)

Yogyakarta (ANTARA) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan tengah berfokus menggencarkan vaksinasi serta mengoptimalkan pemanfaatan selter isolasi untuk mengendalikan penularan COVID-19 di wilayahnya.

"Kami konsentrasi di situ, perbanyak vaksinasi, isoman (isolasi mandiri) kami minta pindahkan ke tempat isolasi (selter) yang kami sediakan dengan fasilitas yang ada," kata Sultan HB X di sela meninjau vaksinasi di Kagungan Dalem Bangsal Sasono Hinggil Alun-Alun Selatan Keraton Yogyakarta, Selasa.

Vaksinasi yang digelar Gerakan Kemanusiaan Republik Indonesia (GKR Indonesia) bersama Korem 072/Pamungkas itu berlangsung pada 27, 29, 30, 31 Juli dan 1 Agustus 2021.

Sultan menuturkan vaksinasi merupakan salah satu upaya paling strategis untuk mengurangi penambahan kasus konfirmasi positif COVID-19.

Baca juga: OJK-UGM gelar vaksinasi massal sasar 8.000 peserta di DIY

Baca juga: Ratusan pelaku pariwisata di DIY dapat suntikan vaksin COVID-19


"Dari hasil studi dari DKI itu yang tidak vaksinasi pertama, vaksinasi kedua, dan positif akan sangat berbeda. Jadi salah satu cara untuk mengurangi mereka yang positif, ya, vaksinasi menjadi sesuatu yang penting," ujar Raja Keraton Yogyakarta ini.

Selain menggencarkan program vaksinasi, menurut Sultan, upaya prioritas berikutnya adalah mendorong warganya yang terpapar COVID-19 untuk menjalani isolasi di selter yang telah difasilitasi pemerintah daerah.

Warga yang memilih isolasi mandiri di rumah bakal dipindahkan ke selter secara terpusat dengan harapan kondisi kesehatan mereka lebih terkontrol.

Menurut Sultan, tidak sedikit warga yang saat dirujuk ke rumah sakit sudah dalam kondisi kurang menguntungkan karena saat isolasi di rumah mereka tidak bisa memperkirakan kondisi kesehatan secara sendiri.

"Mereka yang positif dan isolasi mandiri harus pindah ke selter yang terpusat yang sudah kita sediakan. Isolasi mandiri itu tidak ada yang mengontrol," ujar dia.

Pelaksanaan vaksinasi yang digelar GKR Indonesia selama lima hari tersebut diharapkan mampu menjangkau 5.000 orang peserta. Setelah dari Sasono Hinggil Keraton Yogyakarta, vaksinasi GKR Indonesia berikutnya rencana bakal digelar secara bertahap di Kapanewon dan Kalurahan se-DIY mulai Agustus 2021.

Sementara itu, Permaisuri Sultan HB X, GKR Hemas meyakini dengan terus bertambahnya persentase warga yang divaksinasi akan segera menciptakan kekebalan komunal (herd immunity) sehingga penyebarluasan COVID-19 dapat dicegah dan tertanggulangi secara alamiah.

Karena itu, ia mengajak seluruh komponen bangsa yang memiliki potensi menggelar vaksinasi dapat ikut membantu upaya pemerintah melindungi segenap warga masyarakat.

"Saatnya rasa cinta tanah air dan bela negara diwujudkan dalam semangat gotong royong memasifkan program vaksinasi bagi masyarakat luas," kata anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI ini.*

Baca juga: Sultan HB X pastikan penyaluran bansos untuk warga DIY dipercepat

Baca juga: Sultan HB X pastikan COVID-19 varian Delta sudah masuk DIY
Pewarta : Luqman Hakim
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021